Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendukung Corby Bikin Website Ajak Boikot Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2005 04:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah website pendukung,  Croby Schapelle mengajak untuk memboikot produk Indonesia dan menghalang-halangi diplomasi Indonesia di seluruh dunia. Website yang mengaku telah didukung tandatangan 60.000 orang sebagai dukungan pada Corby ini juga menganggap hukuman 20 tahun penjara pada Corby adalah tindakan melawan hukum.

Para pendukung Corby ini mengajak masyarakat Australia mengopi petisi dukungan terhadap Corby dan meminta mendistribusikannya ke seluruh masyarakat, kalangan gereja, kantor, komunitas olah raga dan publik di stasiun kereta api.

Situs yang beralamat di http://www.dontshootschapelle.com/petition.html dan http://www.petitionspot.com/petitions/corby telah membuat petisi yang ditandatangi 20 ribu supporter nya. ini juga menampilkan polling yang hasilnya menunjukkan, Schapelle Corby bukanlah orang yang bersalah (99.95% dari 166.146 orang) dan sisanya, menganggap bersalah (0.05%)

Schapelle Leigh Corby, warga Australia yang akhirnya diganjar 20 tahun penjara dan denda Rp 100 juta oleh Pengadilan Negeri Denpasar Bali setelah dianggap bersalah dan melanggar Pasal 82 Ayat 1a UU No 22 Tahun 1997 tentang Narkotik. Corby ketahuan membawa barang haram itu masuk Indoneasia. 

Ancaman Anthrax

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sayangnya, keputusan pengadilan itu ditanggapi amarah warga Australia dan pendukung Coby. Kemarin, Rabu (1/6), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra, Australia dikirim paket berisi bakteri kuman Anthrax. Akibatnya, dua uluh dua staf KBRI di harus menjalani karantina untuk menentukan mereka benar-benar yang terjangkit virus.

Akibat peristiwa ini, KBRI di Canberra kemarin sempat ditutup setelah paket itu diidentifikasi sebagai bakteri bacillus yang masuk kategori Anthraks..

Akibat peristiwa ini, Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer dan Perdana Menteri Australia, John Howard telah meminta maaf kepada Indonesia. Howard mengatakan serangan itu "sembrono" dan tidak akan membantu kasus Corby.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa juga mengecam pengiriman serbuk berbahaya ke kedutaan besar RI di Canberra itu. "Jelas tujuannya adalah untuk mengintimidasi kedutaan dan jawaban kita juga jelas bahwa kita tidak akan tunduk terhadap upaya intimidasi seperti ini," kata Marty. "Itu sikap pengecut, "kata Marty.

Meski Indonesia kini menghadapi teror dari warga Australia, namun sikap Indonesia tidak emosional dan berjanji tetap akan membuka Kedubesnya.  "Kami tak akan seperti negara lain yang sebentar-sebentar menutup Kedubesnya, "tambah Marty dalam wawancaranya dengan Metro TV.

Tindakan warga Australia yang emosional itu tak sebanding dengan perlakukan pemerintahnya terhadap WNI di negara itu. Tahun 2002 lalu, aparat intelijen Australia, ASIO (Australian Security Intelligence Organisation), semacam BIN di Indonesia, sempat menggeledah semua warga negara Australia yang berasal Indonesia dan mengaitkan mereka dengan Jamaah Islamiyah (JI).

Perlakuannya tak hanya itu, WNI di negara itu juga mengalami pelecehan dan tindakan tak menyenangkan di tempat-tempat umum. Namun tak satupun lembaga atau suara masyarakat Kangguru itu yang mengecam tindakan aparat. (cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Majelis Duma Rusia Sebut AS Negara Paling Intervensif di Dunia
Tulisan selanjutnya Fidel Castro Desak Amerika Latin Hentikan Terorisme AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Uni Eropa Bendera
Berita

Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Berita
5 September 2026 10:14
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?