Rabu, 7 Desember 2005
Hidayatullah.com–Partai oposan Turki meminta penjelasan dari pemerintah negara ini tentang pendaratan pesawat-pesawat milik CIA di bandara-bandara Turki. Menurut laporan Radio Turki Intanbuli, Suara RII, Ahmad Arsin, salah seorang anggota parlemen Turki dari Partai Republik Rakyat, menilai bahwa pernyataan Menteri Transportasi negara ini berkenaan dengan pendaratan pesawat-pesawat CIA di Turki tidak memuaskan, dan meminta agar pemerintah meningkatkan kewaspadaan dalam masalah independensi nasional negara ini.
Dalam wawancara dengan Radio Turki Suara RII, wakil rakyat di Parlemen Turki ini mengatakan bahwa CIA meningkatkan aktifitasnya di Turki. Untuk itu ia meminta kepada pemerintah agar memperhatikan masalah ini dengan serius.
Penerbangan-penerbangan ilegal pesawat-pesawat CIA di negara-negara Eropa dan keberadaan penjara-penjara rahasia CIA di beberapa negara Eropa Timur telah membangkitkan protes dan kritik luas dari para politikus dan partai-partai di negara-negara tersebut beberapa waktu lalu.
Selain berbagai partai di Eropa, akhir-akhir ini Uni Eropa pun secara resmi meminta kepada Washington agar memberikan informasi lengkap tentang penerbangan-penerbangan ilegal pesawat-pesawat CIA ini.
Sementara itu berita lain mengatakan bahwa AS tengah berusaha membungkam Eropa tentang keberadaan penjara-penjara rahasia milik CIA di kawasan ini. Situs internet BBC melaporkan, seorang diplomat Eropa yang meminta agar namanya dirahasiakan, dalam wawancara dengan koran New York Times berkata, bahwa AS berusaha membendung protes negara-negara Eropa sehubungan dengan skandal keberadaan penjara-penjara CIA di negara-negara ini, dan memaksa mereka untuk diam dan tidak lagi mengusik kejahatan tak manusiawi ini.
Diplomat ini berkata, "Dengan sangat terang-terangan AS berusaha menghentikan langkah Eropa yang memprotes keberadaan penjara-penjara rahasia CIA di benua ini."
Sementara itu sebuah kelompok pembela HAM AS bernama Persatuan Kemerdekaan Sipil, menyatakan akan berusaha menyeret CIA ke pengadilan. Uni Eropa juga meminta kepada AS untuk menjelaskan keberadaan penjara-penjara rahasia CIA di Eropa. (irib/cha)