Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Obama Bantah Tegang dengan Yahudi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juli 2010 16:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Isu adanya ketegangan hubungan antara Barack Hussein Obama dengan Netanyahu kini terbantah. Bantahan itu, setidaknya ditunjukkan kedua tokoh saat duduk berdekatan di Ruang Oval, Selasa (6/7),  di mana saling memperagakan jabat tangan erat, cukup lama untuk diabadikan kamera.

Keduanya berusaha mengkoreksi penampilan pada pertemuan terakhir di bulan Maret. “Tidak”, tandas Obama terhadap pertanyaan seorang jurnalis Israel yang mengesankan Obama mengambil jarak dari Netanyahu.

Obama menampik adanya keretakan dalam hubungan Netanyahu dan berharap perundingan langsung Israel dan Palestina dapat dimulai sebelum akhir September.

“Jika Anda perhatikan semua pernyataan saya dalam satu setengah tahun terakhir, semua merupakan penegasan konstan tentang hubungan khusus antara Amerika Serikat dan Israel. Komitmen Amerika dalam hal keamanan Israel tidak berubah,“ tandas Obama.

Obama juga menekankan bahwa AS tidak akan meminta Israel mengambil langkah apapun untuk keluar dari rencana pertahanannya. Israel punya kebutuhan yang unik, kata Obama. Secara tidak langsung, tapi tidak salah lagi, ia menanggapi senjata nuklir yang kepemilikannya sampai sekarang tidak diakui resmi oleh Israel.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sudah barang tentu Netanyahu berterimakasih atas sikap pengertian Obama yang luar biasa untuk tidak mengubah kebijakan AS terhadap Israel, juga di masa depan. Obama kembali membantah adanya ketegangan antara dirinya dan Netanyahu.

“Faktanya, saya mempercayai PM Netanyahu sejak saya bertemu ia untuk pertama kalinya, sebelum saya terpilih sebagai presiden. Saya berulang kali mengatakan, secara terbuka maupun pribadi, bahwa ia menghadapi situasi yang sangat rumit, di lingkungan yang sangat keras,” jelas Obama.

Termasuk di dalamnya ancaman dari Iran dan program nuklirnya, Hamas, dari negara-negara tetangga Arab, walaupun tidak terlalu sering.  Juga dari pemukim kanan keras di dalam negeri Israel, yang sampai kini menyerang setiap upaya perdamaian dengan pihak Palestina. Tapi akan ada pendekatan baru, kata Presiden Obama. Dari perundingan tak langsung akan segera menjadi perundingan langsung.

Obama menyatakan kepercayaannya bahwa Netanyahu siap mengupayakan usaha mencari jalan menuju perdamaian.

Dan menurut Israel pun, negara ini tidak akan menghalangi proses perdamaian ini, dengan syarat,  “Kami merasa terikat pada perdamaian ini. Perdamaian ini akan memperbaiki kehidupan warga Israel dan Palestina, dan tentu akan mengubah kawasan kami. Tetapi Israel ingin yakin bahwa pada akhirnya akan mendapat kemanan. Kami tidak ingin mengulang situasi dimana kami mengosongkan wilayah yang lalu diambil alih wakil Iran dan digunakan untuk melancarkan serangan teroris atau serangan roket,” dikatakan Netanjahu.

Obama berharap perundingan langsung Israel-Palestina bisa dimulai, sebelum akhir September. Pada kurun waktu itu, akan berakhirlah moratorium Israel yang membekukan pembangunan pemukiman Yahudi. Netanyahu mendapat tekanan keras dari partai kanan keras yang menjadi mitra koalisinya untuk tidak mematuhi desakan AS yang ingin moratorium diperpanjang.

Tantangan saat ini adalah mengupayakan agar Palestina menerima kerangka waktu yang diajukan Obama. Reaksi awal Palestina mengisyaratkan kesulitan. Presiden Mahmud Abbas mendesak dibutuhkannya kemajuan dalam perundingan tidak langsung menyangkut isu utama, seperti perbatasan dan keamanan, sebelum melangkah ke perundingan langsung, demikian kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeina, lewat telepon kepada AFP.

Hanya saja, biasanya, perundingan apapun dengan Israel akan selalu dilanggar.[dwwd/afp/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI akan Gelar Pameran Kebudayaan Islam Indonesia-China
Tulisan selanjutnya Wajah Suram Dunia Materialisme Kita !

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang

Berita
7 September 2026 15:10
Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?