Hidayatullah.com –Masjid Fatih di Kosovo kini sudah bisa berfungsi sebagaimana mestinya, setelah dilakukan perbaikan oleh Badan Kerjasama dan Pembangunan Internasional Turki (TIKA).
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Edogan, hari Kamis lalu berkenan meresmikan pembukaan kembali masjid peninggalan tahun 1461 itu.
Berbicara dalam acara peresmian, ia mengatakan bahwa warisan kekhalifan Utsmani yang ada di Kosovo hampir melebihi warisan budaya di Semenanjung Anatolia, kecuali Istambul.
“Masjid-masjid, jembatan, tempat penginapan, dan baitul mal merupakan tanda yang tidak akan luntur dari peninggalan nenek moyang kita di wilayah ini,” kata Erdogan.
Lebih lanjut Erdogan mengatakan, “Hasil-hasill karya itu merupakan tanda persaudaraan di antara kita. Kita akan maju bersama dan terus melangkah bersama.”
Perdana Menteri Kosovo Hashim Thaci yang juga menyampaikan pidato di acara tersebut menyatakan bahwa apa yang dilakukan untuk masjid itu akan memperkuat harapan, keyakinan dan kebersamaan di antara kedua negara.
Selain Masjid Fatih, ada 799 masjid lain di Kosovo yang perbaikannya mendapatkan bantuan dari Turki. Sebagian merupakan bangunan kuno peninggalan kekhalifahan Islam di masa silam. Masjid-masjid tersebut rusak, karena menjadi sasaran serangan musuh-musuh Islam dalam konflik besar antar etnis di sana beberapa tahun silam.
Selain meresmikan kembali Masjid Fatih, Erdogan juga meresmikan pusat informasi situs budaya makam Sultan Murat Hudavendigar.
“Kami ingin melihat makam ini menjadi simbol perdamaian, keadilan, persaudaraan dan solidaritas, tidak hanya bagi wilayah setempat tapi juga seluruh dunia,” ujar Erdogan dalam pidatonya.[di/wb/ hidayatullah.com]