Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara Katolik Malta Legalkan Perceraian

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 30 Mei 2011 21:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Setelah sekian lama hanya berdua dengan Vatikan yang tetap tidak memperbolehkan adanya perceraian, kini Malta mengkuti negara-negara Eropa lainnya.

Hari Ahad (29/5), sebagaimana dilansir AFP, perdana menteri mengumumkan bahwa hampir seluruh rakyat Malta menyatakan “ya” atas resolusi tidak mengikat pelegalan perceraian.

Perdana Menteri Lawrence Gonzi, yang menentang referendum itu, mengatakan bahwa parlemen akan meloloskan undang-undang yang melegalkan perceraian.

“Ini bukan hasil yang saya harapkan, tapi keinginan rakyat harus dihormati,” kata perdana menteri negara kecil itu.

Hampir tigaperempat warga negara Katolik di kawasan Mediterania itu memberikan suaranya dalam referendum. Sebanyak 53,2% dari mereka memilih setuju atau ya untuk legalisasi perceraian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini membawa Malta ke era baru di mana negara dan gereja dipisahkan,” kata Jeffrey Pullicino Orlando dari partai penguasa Partai Nasionalis kepada media setempat.

Menurut Saviour Balzan dari koran Malta Today kepada AP, hasil referendum itu memberikan warna baru bagi kehidupan rakyat Malta. Negara yang mendiami pulau kecil di Laut Tengah itu menilai legalisasi perceraian akan lebih mendekatkan Malta dengan Eropa, dan menjadi negara terakhir anggota Uni Eropa yang tidak melegalkan perceraian.

Hasil referendum di Malta itu menjadikan Vatikan satu-satunya negara Katolik di Eropa yang tetap tidak melegalkan perceraian. Sementara Filipina di Asia, juga masih melarang perceraian. Chile di Amerika Selatan akhirnya melegalkan perceraian setelah adanya tekanan publik tahun 2004.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mubarak Hanya Punya Aset Kurang dari $1 Juta
Tulisan selanjutnya Iran Akan Gantung 300 Pedagang Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’

Berita
8 Oktober 2026 19:16
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda

Terbaru

  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
  • Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
  • PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
  • Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
  • Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
  • Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
  • Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
  • ‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?