Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mandela Kritis, Pemakamannya Jadi Sengketa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juni 2013 10:15 10:15 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juni 2013 10:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Nelson Mandela hingga hari Jumat (28/6/2013) kondisinya masih kritis di sebuah rumah sakit. Namun, pihak keluarga sudah ribut masalah pemakamannya hingga dibawa ke meja hijau, lapor Associated Press mengutip stasiun televisi nasional Afrika Selatan.

Putri tertua Mandela, Makaziwe, dan 15 anggota keluarga lainnya mengajukan tuntutan hukum atas salah seorang cucu laki-laki Mandela untuk mengembalikan tiga jasad anak-anak Mandela ke pemakaman mereka semula di daerah pedesaan Qunu, lapor SABC.

Cucu tersebut, Mandla Mandela, diketahui memakamkan ulang tiga jasad anak Mandela di desa Mvezo, berjarak 20 kilometer dari makam asli. Di tempat baru itu, dia berencana membuat “makam suci” Mandela dan keluarga besarnya, hotel, serta stadion sepakbola, lapor South African Press Association.

Nelson Mandela, ikon perjuangan anti-apartheid yang kini berusia 94 tahun itu, membangun rumah peristirahatan di Qunu dan menetap di sana sampai saat dia berulang kali masuk rumah sakit sejak akhir tahun lalu.

Nelson Mandela menghadiri upacaya pemakaman putranya di pemakaman keluarga di Qunu tahun 2005, dan diperkirakan oleh banyak kalangan bahwa dia juga akan dikubur di tempat itu nantinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tetapi kemudian, cucunya Mandla memindahkan jasad tiga anak Mandela yang dikubur di Qunu itu ke Mvezo, yang merupakan tempat kelahiran Nelson Mandela dan Mandla menjadi kepala wilayahnya saat ini.

Makaziwe dan anggota keluarga Mandela lainnya, menginginkan agar jasad anak-anak Mandela itu dikembalikan ke makam asal di Qunu.

Persoalan lokasi pemakaman ini mencuat kembali belakangan ini setelah mantan istri Mandela yang dulu lama mendampinginya, Winni Madikizela (dulu terkenal dengan nama Winie Mandela), di bekas kediaman Mandela di Soweto mengatakan kepada wartawan bahwa kondisi bekas suaminya itu membaik meskipun masih tetap kritis.

Mandela dilarikan ke rumah sakit di Pretoria pada 8 Juni untuk mendapat perawatan, yang menurut pemerintah, akibat infeksi paru-paru berulang.

Rakyat Afrika Selatan menggelar doa massal demi kesembuhan Mandela, Presiden Jacob Zuma membatalkan perjalanannya ke luar negeri hari Kamis kemarin setelah mendengar kabar kondisi pahlawan negara itu semakin kritis.

Sebelumnya, Makaziwe juga terlibat pertikaian dengan para pengurus yayasan Mandela yang mengatur aset-aset bernilai milyaran rupiah milik penerima Nobel perdamaian itu. Masalah tersebut juga belum tuntas di pengadilan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Negeri Malang juara umum MTQ Mahasiwa Nasional
Tulisan selanjutnya Ayah Snowden Yakin Putranya Kembali ke Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?