Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Keluarganya Diserang, Baru Menjabat PM Libya Minta Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 April 2014 16:17 4:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 April 2014 16:17
Bagikan
PM Libya Abdullah Al-Thinni.
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana menteri Libya yang baru dipilih, Abdullah Al-Thinni, hari Ahad (13/4/2014) mengajukan pengunduran diri kepada parlemen menyusul serangan yang ditujukan atas keluarganya

Dilansir AFP, tanpa menjelaskan lebih rinci dalam sebuah pernyataannya Thinni mengatakan bahwa penyerang telah meneror penduduk di lingkungan tempat tinggalnya dan “membahayakan nyawa sebagian dari mereka.”

Sebuah sumber yang dekat dengan perdana menteri itu mengatakan kepada AFP bahwa serangan terjadi di jalan dari arah ibukota menuju bandara dan tidak menimbulkan korban.

Meskipun mengatakan bahwa dirinya tidak lagi bersedia menjabat perdana menteri disebabkan serangan tersebut, namun Thinni mengatakan akan tetap menempati posisinya sebagai pejabat sementara sampai ada penggantinya.

Jurubicara parlemen Libya mengatakan, Thini tetap berada di posisinya sampai pemilu legislatif digelar, yang tanggalnya belum ditentukan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Thinni, 60, pensiunan tentara berpangkat kolonel, awalnya ditunjuk oleh parlemen sebagai pejabat sementara perdana menteri selama 2 pekan setelah Ali Zeidan diberhentikan dengan mosi tidak percaya. Namun, karena parlemen tidak juga menemukan penggantinya, Thinni yang sebelumnya menjabat menteri pertahanan akhirnya didaulat untuk menjadi perdana menteri.

Sebagai perdana menteri tugas Thinni tidak mudah. Dia harus dapat menghentikan perlawan bersenjata kelompok-kelompok yang dulu ikut mendongkel Muammar Qadhafi dari kursi kekuasaan. Selain itu, Thinni juga harus menghadapi pertikaian bersenjata antar kelompok dan suku, serta gerakan separatis.

Sejak Qadhafi digulingkan, setiap hari terjadi serangan bersenjata di berbagai daerah di wilayah Libya. Beberapa pelabuhan minyak penting bahkan sudah dikuasai kelompok-kelompok bersenjata itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Libya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Langkah Pegawai Jadi Pengusaha, Bercocok Tanam dengan Wahyu
Tulisan selanjutnya toleransi Intelektual Muda NU Sarankan PKS Jadi Oposisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?