Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yunani Tolak Ekstradisi Tiga Tentara Turki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 April 2017 07:32 7:32 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 April 2017 07:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan banding di Yunani menolak permintaan pemerintah Ankara untuk mengekstradisi tiga prajurit militer Turki yang melarikan diri dari negaranya menyusul percobaan kudeta 2016.

Tiga laki-laki itu merupakan bagian dari 8 tentara Turki yang mencari suaka di Yunani pada 16 Juli 2016. Kelompok itu terdiri dari tiga orang berpangkat mayor, tiga kapten dan dua sersan mayor. Mereka mengaku mengkhawatirkan keselamatan dirinya jika tetap tinggal di Turki.

Permintaan pertama Turki untuk mengekstradisi kedelapan orang itu ditolak oleh Yunani pada Januari tahun ini.

Keputusan atas permintaan ekstradisi kedua dari Ankara dalam lima kasus yang tersisa diperkirakaan akan dibuat dalam beberapa pekan mendatang oleh pengadilan Yunani, lapor Euronews Selasa (25/4/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para prajurit itu dituduh oleh pemerintah Turki berusaha untuk mencabut konstitusi, membubarkan parlemen dan membunuh Presiden Recep Tayyip Erdogan. Mereka juga dituduh menggunakan kekerasan untuk merampas helikopter yang digunakannya terbang ke Yunani.

Turki melakukan berbagai cara untuk memaksa Yunani mengekstradisi para prajuritnya yang dituduh terlibat percobaan kudeta 2016, termasuk dengan mengancam akan membatalkan kesepakatan imigran dengan negara itu.

“Kami tidak melarikan diri dari perang. Kami hanya ingin menyelamatkan nyawa kami, dan menunggu perubahan pada kehidupan kami,” kata salah seorang dari prajurit Turki tanpa ingin identitasnya diketahui itu kepada Aljazeera Januari 2016.

Dia mengatakan dia dan rekan-rekannya memutuskan untuk melarikan diri setelah Presiden Erdogan menyeru kepada para pendukungnya untuk bangkit melakukan perlawanan terhadap upaya kudeta, sehingga terjadi bentrokan antara sipil dengan militer dan pertumpahan darah.

“Lewat iPad kami melihat apa yang terjadi,” kata prajurit itu. “Kami tidak bisa menghubungi komandan-komandan kami. Kami menunggu 6 atau 7 jam,” imbuhnya.

Yunani telah meratifikasi Konvensi HAM Eropa. Berdasarkan konvensi itu, negaranya berhak untuk tidak mengekstradisi orang-orang yang kemungkinan akan mendapatkan penyiksaan dan tidak mendapatkan persidangan yang adil di negara yang menginginkannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bicara di Wall Street Obama Dibayar $400.000
Tulisan selanjutnya Komentar Terlalu Banyak Anak Muslim, Wali Kota di Prancis Didenda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?