Hidayatullah.com–Dua puluh lima negara anggota Uni Eropa mengalami pelemahan listrik sejak bulan Januari lalu. Itu kenapa orang harus kerap menyesuaikan jam radio atau penunjuk waktu di oven listriknya. Media menuding, itu semua kesalahan oleh Kroasia dan Serbia.
Suplai listrik normalnya sampai ke pelanggan dengan kekuatan frekuensi 50 hertz, tetapi sekarang hanya 49,996 hertz. Kelihatannya hanya secuil saja bedanya, tetapi menurut operator listrik Entso-E terdapat kekurangan 113 gigawatt dalam jaringan listrik mereka.
“Terdapat ketidakseimbangan di selatan dan timur Eropa, di mana ketimpangan antara produksi dan permintaan artinya frekuensi pada interconnector network menurun, dan itu yang menyebabkan jam-jam yang dijalankan dengan arus listrik melambat,” kata Direktur Komunikas Entso-E Claire Camus seperti dilansir Euronews Selasa (7/3/2018).
European Interconnector Network menyediakan listrik dengan memasukkannya ke dalam grid yang kekuatannya semakin ke timur semakin melemah. Kosovo, Serbia dan negara-negara Balkan lain tidak memasukkan tenaga listrik mereka ke dalam jaringan itu sebagaimana yang biasa dan seharusnya dilakukan. Diduga mereka ingin menekan Uni Eropa supaya bersedia memperbaiki infrastruktur listrik yang ada di negaranya.
Sebagian pihak lain menunjuk Prancis dan Jerman yang seharusnya mengisi kekurangan pasokan listrik itu, tetapi mereka tidak bersedia.*