Hidayatullah.com–Arab Saudi mengakui jurnalis Jamal Khashoggi tewas di dalam konsulatnya di Kota Istanbul Turki, dalam perkelahian tetapi tidak menyebutkan di mana tubuhnya kini berada.
Hasil awal penyelidikan menunjukkan wartawan yang berdomisisi di AS itu meninggal setelah perkelahian terjadi di dalam gedung tak lama setelah dia masuk, kata Kantor Berita Sausi, SPA hari Sabtu .
Jaksa Agung Saudi Syeikh Saud al-Mojeb mengatakan Khashoggi meninggal setelah “diskusi” di konsulat yang berubah menjadi pertikian.
“Pembicaraan antara Jamal Khashoggi dan orang-orang yang ditemuinya di konsulat kerajaan di Istanbul, berubah menjadi pertikaian, yang menyebabkan kematiannya,” demikian laporan dari Saudi Press Agency (SPA), mengutip jaksa penuntun umum.
Kasus kematian Khashoggi membuat Arab Saudi menjadi pusat perhatian dunia yang mendorong kerajaan itu mengambil kebijakan mengirim tim keamanan ke Turki pada 6 Oktober lalu guna menyelidiki kasus tersebut bersama tim Turki, kata SPA.
Menurut kantor berita resmi tersebut, pertengkaran antara Khashoggi dan tersangka di konsulat Saudi “tidak berjalan sesuai rencana dan dilakukan dengan cara negatif” yang menyebabkan perkelahian.
“Namun parahnya perkelahian menyebabkan kematian dia. Para tersangka berusaha menyembunyikan apa yang terjadi,” SPA.
“Investigasi masih berlangsung dan 18 warga Saudi telah ditangkap,” ujar Jaksa Agung dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Aljazeera.
Dugaan itu juga disampaikan televisi pemerintah Saudi, merujuk pemeriksaan awal terhadap kematian wartawan tersebut.
Dalam laporan yang sama, Deputi Badan Intelijen Arab Saudi, Ahmad al-Assiri, dan Saud al-Qahtani, penasehat utama Pangeran Mohammad Bin Salman diberhentikan akibat kasus itu.
Saud al-Qahtani, satu dari dua pejabat tinggi yang dicopot, merupakan figur berpengaruh dalam Kerajaan Arab Saudi.
Baca: Saudi Tolak Ancaman Barat terkait Hilangnya Jurnalis Jalam Khashoggi
Adapun, Ahmad al-Assiri adalah pejabat militer berpangkat mayor jenderal. Ia adalah juru bicara Saudi ketika negara itu berperang di Yaman.
Raja Salman, dilaporkan memerintahkan pembentukan komite berisi sejumlah menteri untuk merombak badan intelijen. Komite itu akan dipimpin Pangeran Mohammad, tulis BBC.
Jamal Khashoggi menghilang pada 2 Oktober lalu usai masuk ke Konsulat Saudi guna mengurus dokumen pernikahan dengan seorang warga negara Turki.
Laporan berbagai media, yang mengutip sumber-sumber pejabat Turki, menyebut adanya bukti rekaman audio dan video yang menunjukkan Khashoggi diserang dan dibunuh.*