Hidayatullah.com—Nirav Modi, miliuner pengusaha perhiasan batu permata asal India dibekuk aparat keamanan Inggris.
Modi dicari-cari aparat hukum India sebagai tersangka penipuan bank senilai $2 miliar, terbesar dalam sejarah India. Dia meninggalkan negara asalnya awal 2018 dan sejak itu belum kembali ke India.
Dilansir BBC, Modi ditangkap di London bagian tengah hari Selasa (19/3/2019) dan dihadirkan di pengadilan hari Rabu (20/3/2019). Polisi mengatakan penangkapannya dilakukan atas nama pihak berwenang India, yang sudah meminta miliuner berusia 48 tahun itu diekstradisi.
Hakim menolak untuk memberikannya pembebasan bersyarat dari tahanan dan dia akan mendekam dalam sel sampai 29 Maret.
Kasus Modi kembali menjadi pusat perhatian setelah salah satu koran Inggris mendapati pengusaha super kaya itu tinggal di sebuah flat bernilai 8 juta pound ($10,5 juta) di London.
Koran The Telegraph berhasil berbicara dengan Modi di dekat apartemennya di Oxford Street awal bulan Maret 2019. Modi diduga sudah berada di London sejak setidaknya bulan Juni 2018.
Hanya dalam hitungan hitungan hari, para pejabat mengkonfirmasi bahwa Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid telah menyetujui permintaan ekstradisi dari India, yang awalnya dibuat bulan Agustus silam.
Punjab National Bank, perusahaan perbankan terbesar kedua milik pemerintah India, menuding Modi sebagai salah satu pelaku utama penipuan yang merugikan bank itu $2 miliar.
Pamannya, Mehul Choksi, yang berada di Antigua sejak tuduhan tersebut mencuat, juga diburu aparat hukum India.
PNB mengatakan para tersangka menggunakan garansi yang belum disetujui, yang dikeluarkan oleh oknum nakal PNB, untuk meminjam dana dari kreditur lain.
Modi sebelumnya sudah membantah semua tuduhan.
Nirav Modi merupakan salah satu orang terkaya di India dengan nilai aset diperkirakan $1,7 miliar, menurut Forbes. Dia dilahirkan dari dinasti pengusaha batu permata, tetapi baru meluncurkan merek perhiasan mahalnya sendiri pada 2010. Perhiasan yang diproduksinya dipakai oleh banyak selebriti dunia. Setelah kasusnya mencuat tahun lalu ke publik toko-tokonya digeledah dan asetnya dibekukan.*