Hidayatullah.com—Pasukan Kurdi yang diserang pasukan Turki di bagian utara Suriah mengatakan tidak lagi memprioritaskan penjagaan terhadap orang-orang ISIS yang mereka tawan apabila serangan terus berlanjut.
Pasukan Kurdi Syrian Democratic Forces (SDF) saat ini menahan ribuan tersangka anggota ISIS sebagai tawanan.
Daerah di bagian timur laut Suriah yang dikontrol SDF sejak hari Rabu (9/11/2019) dibombardir pasukan Turki, yang ingin membuat zona aman di kawasan itu.
Lebih dari 50 warga sipil dikabarkan sudah tewas sejauh ini di kedua sisi perbatasan.
Kurdi menuding Kurdi Suriah sebagai teroris dan ingin mendesak mereka mundur menjauhi zona aman 30 kilometer ke dalam wilayah Suriah.
Turki juga akan menempatkan lebih dari 3 juta pengungsi Suriah, yang sekarang mengungsi di negaranya, di zona aman tersebut.
Memerangi pasukan Turki di perbatasan Suriah menghalangi SDF dari mengawal kamp-kamp dentensi yang dikuasainya yang berisi para tawanan ISIS alias IS alias Daesh, kata pejabat senior Kurdi Redur Xelil dalam pernyataan yang disiarkan di televisi hari Sabtu.
“Menjaga tawanan IS tidak lagi menjadi prioritas. Siapa saja yang peduli untuk mengamankan para tawanan yang ditahan dipersihlahkan datang dan mencari solusinya,” imbuh Xelil, seraya menambahkan bahwa pasukan SDF akan fokus melindungi “kota-kota dan rakyat kami.”
Dia juga memperingatkan bahwa serangan Turki tersebut justru akan membuat kelompok ISIS bisa menggalang kekuatan dan bersatu kembali.
Sejauh ini, menurut Xelil, sel kelompok ISIS yang berada di kota Qamishli dan Hassakeh sudah bangkit lagi.
Pernyataan Xelil itu diutarakan setelah sehari sebelumnya terjadi serangan bom mobil bunuh diri di kedua kota itu, yang keduanya diklaim dilakukan oleh ISIS alias Daesh.
SDF mengatakan akibat serangan Turki pada hari Jumat, lima tawanan ISIS berhasil kabur dari tahanan di Qamishli.
Saat ini pasukan SDF menawan lebih dari 12.000 tersangka anggota ISIS di 7 penjara. Dan dari jumlah itu seidaknya 4.000 merupakan orang asing dari berbagai negara. Di mana lokasi 7 penjara yang dikelola SDF tidak dijelaskan dengan gamblang, tetapi sebagian kabarnya berada dekat dengan perbatasan Turki.
Dua kamp yang dikuasai SDF, Roj dan Ain Issa di mana keluarga dari tersangka anggota ISIS ditahan, berada di kawasan yang akan dijadikan zona aman oleh Turki.
Sementara itu di tempat terpisah, seorang wanita politisi dan aktivis HAM Kurdi dikabarkan terbunuh bersama sembilan warga sipil di sebuah jalan di bagian utara Suriah pada hari Sabtu (11/10/2019), kata kelompok monitoring Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).
Wanita bernama Hervin Khalaf itu, yang merupakan sekjen Partai Masa Depan Suriah, disergap dan ditembak mati bersama sopir dan asistennya, ketika dalam perjalanan pulang dari pertemuan di Hasaka, kata partainya seperti dilansir BBC.
SDF mengatakan bahwa orang-orang dari Syrian National Army (SNA) –pasukan pemberontak Suriah dukungan Turki– yang menyergap dan membunuh wanita itu. Akan tetapi, SNA mengatakan kelompok mereka tidak bergerak sejauh itu, lapor Reuters.
Turki mengatakan akan mengurus para tersangka ISIS yang tertangkap olehnya ketika pasukannya melancarkan serangan di bagian utara Suriah itu.*