Hidayatullah.com—Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait kematian-kematian misterius di wilayah negara bagian Kano.
Presiden Buhari mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan sebuah tim untuk membantu investigasi dan memerintahkan agar wilayah Kano memberlakukan “total lockdown” selama dua pekan, lapor BBC Senin (27/4/2020).
Hal itu disampaikan Buhari setelah para penggali kubur di Kano mengatakan mereka belakangan ini menggali liang lahat dan menguburkan mayat lebih banyak dari biasanya.
Para pejabat mengatakan mereka menduga hal itu tidak ada kaitannya dengan wabah coronavirus. Mereka berpendapat kematian-kematian itu kemungkinan disebabkan penyakit komplikasi apakah itu hipertensi, diabetes, meningitis atau malaria akut.
Negara bagian Kano merupakan wilayah di Nigeria yang paling banyak terjangkit Covid-19. Klinik-klinik swasta –yang mencakup lebih dari setelah layanan kesehatan di seluruh wilayah itu—tutup sejak wabah merebak.
“[Kasus kematian] itu tidak berkaitan dengan pandemi coronavirus. Dan itu kemungkinan karena ditutupnya klinik-klinik swasta. Pasalnya, di sana ada banyak pasien hipertensi, pasien diabetes, pasien asma, pasien kanker, dan mereka tidak memiliki banyak akses ke rumah sakit, lockdown telah mempengaruhi [kehidupan] setiap orang,” kata Nagoma Sadiq, seorang dokter di Rumah Sakit Aminu Kano.
Tes Covid-19 di negara bagian itu dimulai sejak dua pekan lalu, tetapi sempat dihentikan karena terjdi kontaminasi di laboratorium.
Pihak berwenang berharap laboratorium itu dapat berfungsi normal kembali pekan ini setelah dilakukan fumigasi, dan memiliki pusat tes kedua mulai pekan depan. Namun untuk sementara waktu ini sampel tes dikirimkan ke ibu kota Abuja.*