Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

McDonald’s untuk Sementara Tutup Warung di Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Maret 2022 15:06 3:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Maret 2022 15:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–McDonald’s mengatakan untuk sementara menutup semua 850 restorannya di Rusia sebagai tanggapan atas invasi negara itu ke Ukraina.

Restoran burger itu hari Selasa (8/3/2022) mengatakan akan tetap membayar gaji 62.000 karyawannya di Rusia.

Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada pekerjanya, presiden dan CEO McDonald’s Chris Kempckinski mengatakan bahwa penutupan kedai untuk saat ini merupakan hal yang benar untuk dilakukan, lansir Euronews.

McDonald’s merupakan jaringan restoran cepat saji asal negara Barat yang pertama membuka kedai di Uni Soviet, setelah pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin Soviet kala itu Mikhail Gorbachev Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan membuka peluang usaha patungan pada tahun 1987.

Warung burger McDonald’s pertama dibuka di ibu kota Uni Soviet pada Januari 1990, yang merupakan usaha patungan antara McDonald’s Canada dan Dewan Kota Moskow, mengalahkan kompetitornya Pizza Hut beberapa bulan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Restoran itu – kala itu merupakan warung McDonald’s terbesar di dunia – sejak itu tidak pernah tutup kecuali untuk inspeksi kebersihan pada 2014.

Penutupan tahun 2014 karena pelanggaran “kesehatan dan keselamatan” dipandang sebagai tindakan balasan oleh Kremlin terhadap sanksi AS yang diberikan berkaitan dengan aneksasi Semenanjung Krimea . Namun, kedai itu dibuka kembali setelah 90 hari.

Sekarang, Kempczinski mengatakan sulit untuk memastikan kapan pihaknya akan membuka kembali kedai-kedainya di Rusia.

McDonald’s bekerja sama dengan ratusan pemasok Rusia dan melayani jutaan pelanggan setiap hari.

Perusahaan itu juga telah menutup sementara 108 restoran di Ukraina dan tetap membayar karyawannya di sana.

McDonald’s bisa mendapat pukulan finansial besar karena penutupan tersebut. Dalam laporan baru-baru ini, perusahaan yang berbasis di Chicago itu mengatakan restorannya di Rusia dan Ukraina menyumbang 9% dari pendapatan tahunan atau sekitar €1,83 miliar ($2 miliar).

Tidak seperti merk makanan cepat saji besar lainnya di Rusia yang dimiliki oleh pewaralaba — seperti KFC, Pizza Hut, Starbucks, dan Burger King — McDonald’s memiliki 84% lokasi restorannya di Rusia.

McDonald’s pada hari Selasa mengatakan bahwa pihaknya telah menyumbangkan lebih dari €4,58 juta ($5 juta) untuk dana bantuan bagi karyawan dan untuk bantuan sosial masyarakat.

Pihaknya juga telah menempatkan unit perawatan medis bergerak yang dikelola Ronald McDonald House Charities di perbatasan Polandia dengan Ukraina.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatkanadaMcDonald'srusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ciri penceramah radikal bnpt Polemik Ciri Penceramah Radikal, MUI Sumbar: BNPT Agen Pluralisme Agama
Tulisan selanjutnya menag paus Menag Tegaskan Rencananya Mengundang Paus Fransiskus dan Grand Syeikh Al-Azhar ke Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?