Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengunjuk Rasa di Delhi Menolak Kekerasan terhadap Muslim India

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 April 2022 09:17 9:17 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 April 2022 09:15
Bagikan
REUTERS/Anushree Fadnavis
Bagikan

Hidayatullah.com— Aksi bentrokan pecah antara Muslim dan Hindu, Jahangirpuri, di ibukota India, New Delhi, hari Sabtu, saat pengunjuk rada menolak kekerasan terhadap Muslim. Bentrokan yang menyebabkan beberapa orang dan petugas polisi terluka, kutip Aljazeera.

“Kami masih menilai berapa banyak orang yang terluka … beberapa polisi juga terluka,” kata Deependra Pathak, seorang pejabat polisi di Jahangirpuri.

Kekerasan pecah selama prosesi untuk menandai festival Hindu Hanuman Jayanti, kata polisi tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Sebelumnya,  pada hari Sabtu, pengunjuk rasa  di New Delhi, meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah Perdana Menteri India Narendra Modi, mengatakan umat Islam menjadi sasaran kekerasan oleh pihak berwenang setelah bentrokan Hindu-Muslim.

Bentrokan bermula hari Ahad selama festival keagamaan Hindu, Ram Navami, mendorong polisi memberlakukan jam malam di satu kota dan melarang pertemuan lebih dari empat orang di beberapa bagian dari tiga negara bagian yang diperintah oleh partai nasionalis Hindu Modi.  Pihak berwenang setempat merobohkan rumah dan toko yang diduga sebagai perusuh Muslim di negara bagian Madhya Pradesh (MP) setelah kekerasan yang pecah, menurut seorang pejabat polisi yang tidak mau disebutkan namanya.

Di negara bagian asal Modi, Gujarat, pihak berwenang menghancurkan toko-toko darurat milik orang-orang Islam, yang dituduh terlibat dalam kerusuhan yang menewaskan satu orang, kata seorang pejabat di distrik Anand di Gujarat, tempat bentrokan meletus. Polisi dan pihak berwenang setempat mengatakan kepada Reuters setelah bentrokan bahwa mereka bebas dari bias dan bertindak sesuai hukum.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Politisi oposisi menuduh partai nasionalis Hindu sayap kanan, Bharatiya Janata Party (BJP), menimbun ketegangan antara mayoritas Hindu dan Muslim di negara bagian yang dikuasainya. Polisi di negara bagian Uttar Pradesh, wilayah paling padat penduduknya di India pada hari Jumat menangkap sembilan orang dari kelompok Hindu garis keras yang diduga membakar rumah seorang pria Muslim yang menikah dengan seorang wanita Hindu.

Aksi protes yang dihadiri oleh sejumlah orang di New Delhi. Kavita Krishnan, seorang aktivis sosial, mengatakan India sedang diubah dari demokrasi konstitusional menjadi negara supremasi Hindu.

Pemimpin 13 partai oposisi membuat pernyataan bersama menyerukan perdamaian dan kerukunan dan setelah bentrokan agama. “Kami sangat sedih dengan cara di mana isu-isu yang berkaitan dengan makanan, pakaian, keyakinan, festival dan bahasa yang sengaja digunakan oleh bagian dari kekuasaan untuk mempolarisasi masyarakat kita,” kata para pemimpin itu dikutip Reuters.

Sejak Modi mengkonsolidasikan kekuasaan dengan pemilihannya kembali pada tahun 2014, Muslim di India – yang merupakan sekitar 14 persen dari populasi, telah menghadapi peningkatan kekerasan, diskriminasi dan penganiayaan pemerintah. Serangan dari ekstremis Hindu berkisar dari perusakan properti dan gangguan layanan keagamaan hingga massa yang mematikan.

India adalah negara sekuler, dengan pemeluk Hindu terbanyak, lalu disusul Muslim. Jumlah Muslim lebih dari 200 juta dari 1,4 miliar penduduk India.

India menyaksikan lonjakan angka serangan terhadap perkumpulan warga di luar agama Hindu sejak BJP berkuasa. Direktur HRW Asia Selatan, Meenakshi Ganguly, mengatakan Perdana Menteri India, Narendra Modi tidak hanya gagal melindungi Muslim dan minoritas lainnya tapi juga memberikan perlindungan politik dan penyamaran untuk kefanatikan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti-Muslim IndiaIndiaislamofobiamuslim India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya masjidil aqsa oki arab Negara Arab dan OKI Kecam Serangan Pasukan ‘Israel’ ke Masjidil Aqsha
Tulisan selanjutnya BMH Terima Semangat Berbagi Kebaikan Murid SD Al-Mubarok Bulungan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?