Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketua MPR Minta Penanganan Terorisme Tak Hadirkan Trauma Orba

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Oktober 2005 02:27
Bagikan
Bagikan

Kamis, 20 Oktober 2005

Hidayatullah.com—Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta pemerintah agar upaya pemberantasan terorisme tidak menghadirkan trauma masa Orde Baru.

"Secara prinsip kita semua melawan terorisme dan kita menyambut siapa pun yang akan melawan terorisme," kata Hidayat usai penyerahan nomor pokok wajib pajak (NPWP) ke-10 juta di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (19/10).

Namun, katanya, cara-cara untuk menangani terorisme hendaknya tidak menimbulkan trauma masa Orde Baru, misalnya dengan adanya komando teroterial (Koter), badan pembina desa (BABINSA) dan pesantren yang diawasi.

"Itu malah menimbulkan kondisi yang tidak kondusif di tingkat warga," katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Hidayat mengatakan perang melawan terorisme hendaknya dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Dia juga menekankan bahwa pesantren bukan merupakan sarang terorisme karena tidak mengajarkan terorisme.

Pesantren, katanya, adalah salah satu lembaga pendidikan yang sejak zaman kolonial yang telah membantu bangsa Indonesia menjadi merdeka.

Karena itu, katanya, jika ada alumni pesantren yang bermasalah maka orang itu saja yang dipermasalahkan, jangan institusi pesantrennya.

"Sebab jika institusinya dipermasalahkan maka nama baik pensantren akan cedera dan itu tidak kondusif melawan terorisme," katanya.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari yang lalu Wapres Jusuf Kalla saat buka puasa bersama KAHMI di kantor Wapres, Sabtu (15/10) sempat mengatakan akan melakukan pembatasan terhadap pesantren dan akan menerapkan keamanan seperti gaya Orde Baru.

Pernyataan Wapres juga didukung dengan komentar Kepala Desk Antiteror Irjen Ansyaad Mbai dalam sebuah wawancaranya di Tempo, edisi 16 Oktober 2005 di halaman 102 yang menuduh 50% khobah Jum’at dipenuhi kebencian dan dirinya berjanji akan menangkap para khatib jika ada yang melaporkan.

"Sekarang kita lihat saja, setiap khutbah Jum’at itu 50 % menyebarkan kebencian, itu yang harus jadi target kita, kita butuh orang yang dengerin, saya butuh orang yang lapor, nanti kita tangkap, " begitu kutipnya.

Pernyataan inilah yang hari-hari ini sedang dipermasalahkan banyak tokoh Islam karena dikhawatirkan kembali hadirnya ‘tangan besi’ Orde Baru, di mana telah banyak membuat trauma terhadap umat Islam. . (ant/rri/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abubakar Ba`asyir Hadiahi Arifin Ilham Buku Agama
Tulisan selanjutnya Pernyataan Wapres Dinilai Lukai Golongan Tertentu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?