Hidayatullah.com–Di sela-sela acara 3rd Muslim World BIZ 2012, BNI Syariah meluncurkan dua produk barunya, Anjak Piutang iB Hasanah dan Pembiayaan Penjaminan iB Hasanah.
“Kedua produk tersebut kami kembangkan untuk kepentingan dunia usaha Indonesia yang tetap ingin menggunakan produk berbasis syariah. Produk ini sudah diaplikasikan di beberapa kantor cabang dan mendapat sambutan positif dari nasabah,” papar Imam Teguh Saptono, Direktur Bisnis BNI Syariah, selepas acara peluncuran di Jakarta Convention Center, Kamis (13/09/2012).
Selain bermanfaat untuk mempermudah aktivitas bisnis perusahaan dan proses yang mudah dan cepat, ia juga mengungkapkan keunggulan lain produk tersebut adalah untuk mengatasi kesulitan likuiditas nasabah serta tanpa agunan.
Seperti dalam rilis berita yang diterima hidayatullah.com, Jum’at (14/09/2012), produk anjak piutang iB Hasanah merupakan jasa pengalihan penyelesaian piutang atau tagihan jangka pendek baik L/C maupun non L/C yang diberikan oleh BNI Syariah kepada nasabah korporat dengan berlandaskan prinsip syariah. Sedangkan produk pembiayaan penjaminan iB Hasanah merupakan pembiayaan yang diberikan oleh BNI Syariah kepada nasabah mitra korporat untuk memenuhi kewajibannya kepada korporat, dengan cara membayarkan langsung kepada korporat dan berlandaskan prinsip syariah.
Khusus untuk produk anjak piutang, BNI Syariah menargetkan pembiayaan sebesar Rp. 250 Miliar pada tahun 2012. Dan hingga saat ini, penyelesaian piutang yang menggunakan produk anjak piutang BNI SYariah telah mencapai RP. 149,82 Miliar.
Sementara di kesempatan yang sama, Direktur Administrasi dan Keuangan Elnusa Petrofin Haris Syahrudin mengungkapkan bahwa perusahaannya cukup terbantu dengan produk anjak piutang ini.
“Kami sudah menggunakan produk ini beberapa kali, sejauh ini kami puas dengan service yang diberikan, produk ini membantu memperlancar bisnis kami serta sesuai dengna prinsip syariah,” tutur Haris.
Namun, untuk saat ini, diakui oleh Imam, kedua produk tersebut masih dimiliki nasabah menengah dan korporasi.
“Mudah-mudahan kedua produk ini bisa untuk pelaku nasabah ke bawah”, harap Imam kepada wartawan.*