Hidayatullah.com- Pemimpin Redaksi (Pimred) Kelompok Media Hidayatullah (KMH) Mahladi meyakini, untuk memulai membuat sebuah media tak harus bermodal anggaran besar. Dia mencontohkan media-media di bawah naungan KMH yang diawali dengan dana minim. Dari kecil lalu perlahan terus berkembang.
Di awal-awal perintisan, majalah Suara Hidayatullah yang kini sudah berusia 26 tahun ini mengerahkan segenap waktu dan tenaga yang dirintis para santri.
“Santri-santri itu kadang-kadang tidurnya itu sebentar sekali. Dulu mereka tidak digaji. Mereka cuma transkip dari ceramah ustadznya. Bahkan di antara mereka ada yang pingsan sambil mentranskip itu,” ungkapnya saat menerima kunjungan studi banding para awak majalah Husnul Khotimah di kantor KMH, Jalan Cipinang Cempedak 1/14, Polonia, Jakarta Timur, Selasa, (18/02/2014).
Seharusnya ketiadaan modal besar bukan jadi penghalang. Mahladi menyarankan, agar para pengelola majalah Husnul Khotimah memulai mengembangkan medianya dengan tampilan yang sederhana dahulu. Sebab, jika langsung dengan penampilan yang mewah, tentu berbiaya lebih besar.
“Mulailah dari sesuatu yang sederhana dulu. Yang penting istiqomah, jangan pernah tidak terbit, terbitnya tepat waktu. Yang penting itu. Ketika kita sudah punya laba, baru kita pelan-pelan memperlihatkan kualitas lainnya,” imbuhnya.
Mahladi menambahkan, dakwah pesantren melalui jurnalistik merupakan pekerjaan yang besar. Sehingga, dalam menggarapnya pun harus berpikiran luas, tidak setengah-setengah.*