Hidayatullah.com– Ikatan Dai Indonesia (IKADI) menginstruksikan semua Pengurus Wilayah IKADI di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif bersama dengan elemen umat Islam lainnya dalam melaksanakan aksi solidaritas Muslim Uighur dan pengumpulan bantuan untuk meringankan penderitaan mereka di wilayahnya masing-masing.
IKADI juga mengajak kepada seluruh umat Islam untuk memanjatkan doa dan melaksanakan qunut nazilah, “Semoga Allah Ta’ala menolong Muslim Uighur dan mengangkat kesulitan mereka,” ujar Ketua Umum IKADI Prof Achmad Satori Ismail dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (21/12/2018).
Ia mengatakan, menyikapi kepedihan penderitaan saudara Muslim Uighur di Xinjiang, China yang mengalami persekusi, penindasan sistematis bahkan menjurus kepada praktek genosida, sebagaimana banyak diberitakan media nasional maupun internasional, pihaknya maka berpijak pada firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya orang-orang beriman (di mana pun berada) itu bersaudara” (QS Al Hujuraat [49]: 10).
Baca: Komisi HAM MUI: Indonesia Punya Mandat Dorong Penghukuman China
PP IKADI mengecam keras penindasan sistematis terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, China, karena bertentangan dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (HAM PBB).
“Mendesak Pemerintah China untuk menghentikan perbuatan keji yang tidak berperikemanusiaan ini, agar tidak menyulut kemarahan umat dan dunia Islam secara lebih besar dan luas,” ujarnya.
IKADI menuntut Pemerintah China untuk menjamin dan melindungi hak Muslim Uighur untuk bebas dalam beribadah dan menjalankan ajaran agamanya, serta membuka akses kepada dunia luar untuk dapat memantau dan membantu secara langsung penderitaan mereka.
Baca: Pelajar Uighur di Turki dan Anak Gaza Dukung Aksi Indonesia Tekan China
“Mendesak Pemerintah Republik Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia agar mengambil sikap tegas dan langkah konkret untuk menghentikan tragedi kemanusiaan melalui ASEAN, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dan lembaga-lembaga internasional lainnya, apalagi Pemerintah China mempunyai kepentingan besar secara ekonomi di negeri ini,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta negara-negara Islam anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk berperan aktif menyelesaikan penderitaan Muslim Uighur.
“Mendukung semua usulan yang mendesak PBB mengirim tim monitor untuk menginvestigasi dan menindaklanjuti laporan Lembaga Advokasi HAM Human Rights Watch tentang tindakan diskriminatif dan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur,” ujarnya.*