Hidayatullah.com– Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mendesak kepolisian menjelaskan secara transparan soal tuduhan pemufakatan makar yang dialamatkan pada sejumlah aktivis.
Sebab, kata Neta, beberapa waktu lalu kepolisian juga menangkap sejumlah tokoh nasionalis dengan tuduhan makar, namun kelanjutan kasusnya tidak jelas.
“Bahkan BAP-nya cenderung ditelan bumi karena tak pernah dilimpahkan ke kejaksaan,” ungkapnya kepada hidayatullah.com Jakarta, Jumat.
Baca: Sekjen FUI Ditangkap, ‘Massa 313’: Terdakwa Penistaan Agama Kok Berkeliaran
Kemarin, jelang digelarnya Aksi 313, Jumat (31/03/2017), kepolisian menangkap sejumlah aktivis termasuk Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath atas tuduhan terkait pemufakatan makar. Hingga Sabtu (01/04/2017) ini, Khaththath dan sejumlah orang lainnya masih ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Neta memandang apa yang dilakukan kepolisian khususnya Polda Metro Jaya akhir-akhir ini sangat membingungkan.
“Ada apa dengan polisi,” ujarnya heran.
Jangan sampai, kata Neta, polisi dituduh memihak salah satu calon Gubernur (cagub) DKI Jakarta, lantaran ada pihak tertentu yang mendemo calon gubernur petahana itu. Tak lain cagub dimaksud adalah terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).* Andi