Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rakyat Paraguay Bakar Gedung Kongres, Menolak Presiden Bisa Dipilih Kembali

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 April 2017 14:57 2:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 April 2017 14:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Demonstran di Paraguay membakar gedung kongres saat melakukan unjuk rasa menentang rancangan undang-undang yang akan memperbolehkan presiden dipilih kembali.

Rakyat yang marah menyerbu gedung parlemen, memecahkan kaca-kaca jendela dan merusak pagar.

Konstitusi tahun 1992, yang diberlakukan setelah 35 tahun negara Paraguay dipimpin seorang diktator, secara tegas membatasi bahwa seseorang hanya boleh menjabat presiden satu kali periode 5 tahun.

Namun, Horactio Cartes yang menjabat presiden saat ini berusaha mengubah peraturan itu dan ingin kembali dipilih sebagai presiden untuk periode kedua.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Demonstran tertangkap kamera foto sedang menghancurkan jendela-jendela gedung kongres di ibukota Asuncion hari Jumat (31/3/2017) malam dan menyulut api ke ke bagian dalam gedung itu.

Dilansir BBC dari kantor berita AFP, orang-orang yang marah itu “menyerbu” kantor-kantor politisi pendukung RUU tersebut.

Polisi mengerahkan personel dari kesatuan berkuda, menggunakan peluru karet serta water cannon untuk membubarkan massa. Media lokal melaporkan puluhan orang mengalami luka, termasuk pengunjuk rasa, politisi dan polisi.

Santi Carneri, seorang jurnalis di Asuncion, mengatakan kepada BBC bahwa gedung kongres terbakar selama lebih dari dua jam.

Dia mengatakan, di jalanan banyak terjadi baku hantam antara warga dengan petugas kepolisian. Kerusuhan itu merupakan yang terburuk sejak Paraguay menjadi negara demokrasi pada 1992.

Lewat Twitter, Presiden Cartes meminta agar rakyat tenang.

“Demokrasi bukan menaklukkan atau mempertahankan dengan kekerasan dan Anda bisa pastikan pemerintahan saat ini akan terus mengupayakan yang terbaik untuk mewujudkan ketertiban di republik ini,” katanya.

Kejaksaan Agung mengatakan mengikuti peristiwa itu secara seksama dan akan menyelidiki kekerasan yang terjadi.

Sebelumnya, rakyat turun ke jalan-jalan menyusul pertemuan tertutup 25 senator yang menyetujui RUU amandemen konstitusi.

Kongres (parlemen) Paraguay menggunakan sistem bikameral, yang terdiri dari senat (45 anggota) dan dewan perwakilan (80 anggota). Selain disetujui senat, RUU juga harus mendapatkan persetujuan dewan perwakilan. Saat ini partainya Presiden Cartes memegang mayoritas Dewan Perwakilan Paraguay.

Para penentang pengatakan RUU tersebut akan melemahkan institusi demokrasi di Paraguay.

Senator oposisi Desiree Masi berkata, “Kudeta sedang dilakukan. Kami akan melawan dan kami mengundang semua rakyat untuk melakukan perlawanan bersama kami.”

Paraguay dikendalikan oleh penguasa militer Jenderal Alfredo Strossner, yang merebut kepemimpinan lewat kudeta, dari tahun 1954 sampai 1989.

Konstitusi baru tahun 1992 melahirkan pemerintahan modern, tetapi instabilitas politik, pertikaian di dalam dan antarpartai, serta percobaan kudeta selalu mengganggu ketentraman bernegara.

Masa pemerintahan Presiden Cartes akan berakhir pada tahun 2018.

Jika RUU itu disetujui, maka dia dan presiden sebelumnya Fernando Lugo bisa mencalonkan diri kembali.

Lugo didepak dari kekuasaan pada 2012, menyusul kematian 17 orang dalam kasus penggusuran lahan. Namun, pendukungnya ingin agar dia menjabat lagi sebagai presiden.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penangkapan Aktivis, IPW Desak Kepolisian Jelaskan Secara Transparan
Tulisan selanjutnya Kristolog: Kajian Perbandingan Agama Dilindungi Undang-Undang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?