Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

‘Israel’ Sengaja Menargetkan Anak-anak untuk Dibunuh

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2022 09:16 9:16 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 Oktober 2022 09:45
Bagikan
satu juta Palestina
Bagikan

Hidayatullah.com—Palestina mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan instansi terkait untuk memberikan perlindungan khusus bagi anak-anak di tanah jajahan. Seorang anak Palestina meninggal karena luka-lukanya hampir dua minggu setelah ditembak oleh tentara zionis di dekat kota Jenin di Tepi Barat yang dijajah.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi anak itu sebagai Mahmoud Khalil Samoudi yang berusia 12 tahun dari desa Yamoun di Jenin, mencatat bahwa dia ditembak di perut. “Sejak awal 2022, ‘Israel’ dengan sengaja membunuh lebih dari 44 anak-anak dan anak di bawah umur di Palestina,” tulis surat kepada PBB.

“Hari ini, Mahmoud Samoudi yang berusia 12 tahun meninggal karena luka-lukanya, setelah pasukan pendudukan ‘Israel’ secara brutal menembaknya di perut 12 hari yang lalu di Jenin,” kata surat tersebut.

Kementerian Kesehatan juga mengatakan, dalam beberapa hari terakhir saja, teroris ‘Israel’ telah membunuh lebih dari lima anak dan remaja Palestina termasuk Adel Adel Daud, 14; Mahdi Ladadwa, 17; Mahmoud Sous, 17; Fayez Khaled Damdoum, 17 dan Ahmad Dragmeh, 19. “Tentara ‘Israel’ sengaja menargetkan tubuh bagian atas mereka, dan menggunakan kebijakan tembak-menembak yang mengakibatkan kematian ratusan anak Palestina.”

“Kejahatan mengerikan ini terjadi beberapa hari setelah pembunuhan Rayan Suleiman yang berusia 7 tahun oleh pasukan pendudukan ‘Israel’,” katanya.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Surat itu menegaskan bahwa ‘Israel’ dengan sengaja menargetkan anak-anak Palestina dengan tujuan membunuh dan melukai mereka, sehingga menyangkal hak mereka untuk hidup.

“Negara Palestina memperingatkan bahwa kejahatan ‘Israel’ yang meningkat dan penargetan yang disengaja terhadap anak-anak akan terus berlanjut jika akuntabilitas tidak dilaksanakan dengan segera dan efektif.”

“Oleh karena itu, Palestina menyerukan kepada Sekretaris Jenderal untuk menempatkan ‘Israel’ pada daftar yang memalukan atas pelanggaran sistematisnya terhadap anak-anak negara ini.”

“Anak-anak Palestina berhak atas hak-hak dasar mereka, perlindungan, kesehatan, martabat dan perdamaian. Mereka juga tidak dikecualikan dari aturan global ini,” katanya.

Kesulitan penduduk

Penduduk Palestina dari kamp pengungsi Shuafat dan kota terdekat Anata, pinggiran Baitul Maqdis (Yerusalem), menghadapi kesulitan yang meningkat setelah otoritas rezim zionis ‘Israel’ memberlakukan pembatasan di daerah tersebut. Tindakan keras itu menyusul insiden penembakan di sebuah pos pemeriksaan tentara ‘Israel’ pada hari Sabtu, di mana satu tentara tewas dan dua penjaga keamanan ‘Israel’ lainnya terluka.

Pada Ahad pagi, pasukan keamanan ‘Israel’ menutup semua pintu masuk ke kamp pengungsi, kota Anata dan pinggiran kota Al-Salam, timur laut Yerusalem. Tentara melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah dan menangkap kerabat tersangka yang diduga memimpin serangan tersebut.

Sekolah-sekolah Baitul Maqdis Timur juga ditutup karena pengerahan militer ‘Israel’ setelah malam pertempuran di kamp Shuafat dan kota-kota terdekat. Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan tentara ‘Israel’ mencegah kru ambulans memasuki kamp Shuafat dan Anata.

Penduduk mengatakan tentara memblokir akses ke layanan darurat dan menghentikan staf medis untuk melakukan tugas kemanusiaan mereka. Seorang penduduk kamp Shuafat yang diidentifikasi sebagai Ibrahim Mohammed, 53, menggambarkan situasi kemanusiaan sebagai mengerikan dan tragis kurang dari 24 jam setelah tentara memblokir akses ke situs tersebut.

Dia menggambarkan blokade oleh otoritas militer ‘Israel’ sebagai ‘hukuman kolektif’ bagi 150.000 penduduk kamp dan kota-kota tetangga. Pembatasan tersebut mencegah dokter, pelajar, guru, pedagang dan pekerja kebersihan memasuki atau meninggalkan area tersebut dan menghentikan pasokan barang-barang penting.

Selain itu, angkatan bersenjata ‘Israel’ menggunakan drone pengintai sebagai bagian dari operasi pencarian yang sedang berlangsung. Palestina mengakui penggunaan drone bersenjata oleh militer ‘Israel’ di Tepi Barat adalah perkembangan terbaru dalam serangan mematikannya terhadap para aktivis, seperti yang telah terjadi beberapa kali di Jalur Gaza.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak palestinaisraelZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Penjual Dawet’ Pemfitnah Aremania dalam Tragedi Kanjuruhan Minta Maaf, Ternyata Kader PSI
Tulisan selanjutnya ‘Festival Tawuran’ Manggarai dengan Melempar Tomat, Netizen: “Gak Usah Niru Orang Luar Buang Makanan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?