Hidayatullah.com – Seorang supir truk menembak mati tiga penjaga keamanan ‘Israel‘ di penyeberangan perbatasan Allenby Bridge (Al-Karameh) antara Yordania dan Tepi Barat yang diduduki, menurut sejumlah media lokal pada Ahad (08/09/2024).
Penembak, dilaporkan merupakan supir truk dari Yordania, tiba di gerbang perbatasan dan menembaki para penjaga keamanan dari dekat. Sejumlah laporan menyembut tembakan tepat mengenai kepala ketiga penjaga tersebut.
Ia sendiri akhirnya harus syahid seusai dihujani tembakan oleh penjaga keamanan perbatasan ‘Israel’ yang lain.
Sejumlah informasi yang beredar di X, sebelumnya Twitter, mengidentifikasi supir truk tersebut sebagai Maher Al-Jazi.
“Maher Al-Jazi, seorang sopir truk asal Yordania, melakukan penembakan di perlintasan Karama, menewaskan tiga orang pemukim seketika. Termotivasi oleh pembantaian yang dilakukan terhadap warga Palestina, ia memprioritaskan Palestina, membalaskan dendam atas darah anak-anak Gaza melalui operasi Martabat (Karama),” ujar @SuppressedNws pada Ahad (08/09/2024).
Akun tersebut menyebut Maher merupakan keturunan dari Mashhour Al-Jazi, pemimpin pertempuran Karama tahun 1968, yang menolak gencatan senjata dengan Zionis sampai ‘Israel’ benar-benar kalah.
“Dia adalah martir Yordania pertama sejak dimulainya pertempuran Banjir Al-Aqsa, mengikuti jejak dua tentara Mesir yang juga bertempur dengan pasukan Israel, melukai beberapa tentara,” lanjut @SuppressedNws.
Ketiga penjaga ‘Israel’ dinyatakan tewas beberapa saat setelah layanan ambulans ‘Israel’ tiba di lokasi penembakan.
Media ‘Israel’ melaporkan bahwa penyelidikan awal mengindikasikan bahwa seorang sopir truk yang datang dari arah Yordania telah menyembunyikan pistol di dalam kendaraannya.
Sebelum pemeriksaan keamanan, Maher mencabut pistolnya dan menembaki para penjaga perbatasan ‘Israel’ yang berada di area bongkar muat.
Setelah serangan tersebut, penyeberangan ditutup sementara, mencegah pergerakan para pengendara dari kedua arah.
Setelah aksi penembakan heroik tersebut, pasukan ‘Israel’ menggeledah para pekerja Yordania dan pengemudi truk serta memukuli mereka.
Baca juga: Mantan Pengawal Presiden Palestina Tewaskan 3 Polisi ‘Israel’ di Tepi Barat
Baru-baru ini, wilayah pendudukan Tepi Barat telah menyaksikan peningkatan kekerasan pasukan ‘Israel’. Zionis memberlakukan blokade terhadap kota Jenin, Tulakrem dan Tubas, serta melancarkan operasi militer yang menewaskan 36 warga Palestina.
Serangan ‘Israel’ terhadap kota-kota Tepi Barat dan kamp-kamp pengungsi Palestina diperkirakan akan berlanjut dan terus berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi untuk beberapa waktu ke depan.
Para pejabat keamanan mengatakan kepada Israel Hayom minggu ini bahwa tentara Israel secara internal mengklasifikasikan Tepi Barat yang diduduki sebagai “garis depan kedua yang paling kritis, setelah Gaza.”
Serangan di Tepi Barat bagian utara “akan terus berlanjut di masa mendatang,” kata para pejabat keamanan itu.*




