Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Perang Gaza Hampir Setahun, Anak-anak Ingin Kembali ke Sekolah

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 September 2024 22:29 10:29 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 September 2024 22:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rama Abu Seif, 12 tahun, ingin kembali ke kelas untuk belajar tetapi sekolah tersebut sekarang menjadi pemukiman bagi keluarga yang mengungsi akibat perang.

Buku-bukunya dibakar untuk menyalakan api di oven tanah liat. Tas sekolahnya penuh dengan pakaian kalau-kalau dia perlu menghindari serangan ‘Israel’.

“Mereka yang seusia saya atau lebih muda dari saya, tentu semua ingin kembali ke utara (Gaza) dan kembali bersekolah, belajar dan bermain di sekolah, tapi itu semua hilang…,” ujarnya.

Tidak ada prospek bagi Rama dan banyak anak lainnya untuk kembali bersekolah dalam waktu dekat di Jalur Gaza, dan waktu mereka terbuang sia-sia akibat pemboman ‘Israel’.

Sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, sekolah-sekolah telah dibom atau diubah menjadi tempat penampungan bagi para pengungsi, menyebabkan sekitar 625.000 anak sekolah di Gaza tidak dapat bersekolah.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Di usianya yang sekarang, seharusnya ia berolahraga dan bermain di taman bermain sekolah, namun Rama malah mengantri panjang untuk mendapat giliran mengambil air untuk dikonsumsi – air yang didistribusikan seringkali kotor dan tidak dapat diminum.

Serangan ‘Israel’ di wilayah yang dikuasai Hamas menewaskan lebih dari 40.600 warga Palestina, menurut kementerian kesehatan setempat.

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi, sehingga memicu krisis kelaparan dan kesehatan di wilayah tersebut.

Rama dan teman-teman sekelasnya hanya dapat mengingat hari-hari yang lebih baik di Gaza, salah satu daerah terpadat di dunia.

Gaza dan Tepi Barat yang diduduki memiliki tingkat melek huruf yang tinggi secara internasional, dan sistem pendidikan yang kekurangan sumber daya di seluruh penjuru adalah harapan dan kebanggaan rakyat Palestina.

Sejak perang pecah, warga Gaza telah mengungsi ke utara, selatan dan wilayah lain.

Pada awal Agustus, ‘Israel’ melancarkan serangan udara di halaman sebuah sekolah di Kota Gaza yang menampung sekitar 100 orang, melibatkan keluarga Palestina yang kehilangan rumah.

“Dulu kami membuka tas sekolah dan menemukan buku di dalamnya, jadi kami mengambil buku itu dan belajar.

“Tetapi sekarang kami membuka tasnya dan menemukan pakaian di dalamnya. Pakaian itu untuk kami bawa kemanapun kami pergi, dari satu tempat ke tempat lain,” kata Rama.

Masuk bulan ke-12

Setelah memasuki bulan ke-12, kemarin, genosida ‘Israel’ di Palestina masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda atau berakhir, sehingga memberikan harapan tipis bagi masyarakat Palestina dan para sandera ‘Israel’.

Kemungkinan terjadinya gencatan senjata yang juga melibatkan pertukaran tahanan Palestina di penjara-penjara ‘Israel’ dengan sandera yang ditahan oleh Hamas sangat kecil, karena kedua belah pihak tetap pada posisi masing-masing.

Menurut kantor hak asasi manusia PBB, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Selain itu, terdapat 251 sandera yang diduga disandera oleh kelompok pejuang Palestina sejak perang meletus, dengan 97 orang masih berada di Gaza, termasuk 33 korban yang diklaim tentara ‘Israel’ telah tewas.

Beberapa sandera dibebaskan selama gencatan senjata selama seminggu pada bulan November tahun lalu.

Pengumuman ‘Israel’ minggu lalu terkait penemuan enam jenazah sandera, termasuk seorang warga negara AS-’Israel’, menimbulkan duka dan kemarahan di ‘Israel’.

Hal ini mendorong ribuan pengunjuk rasa untuk melakukan unjuk rasa pada hari Sabtu di Tel Aviv dan beberapa kota ‘Israel’ lainnya, termasuk Yerusalem dan Haifa, untuk menuntut pemerintah memastikan pembebasan para sandera.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosidaIsrael Jalus GazapalestinaTepi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Terkemuka Al-Azhar Kunjungi Markaz Al-Azhar Indonesia
Tulisan selanjutnya Berfikir Ilmiah: Koreksi Pemikiran YouTuber yang Sibuk Bahas Nasab Ba’alawy

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?