Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Hamas Tolak Rencana “Perdamaian Ala Donald Trump” yang Disebut Persekonglolan Barat

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2025 21:57 9:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Oktober 2025 21:55
Bagikan
Fawzi Barhoum
Bagikan

Hidayatullah.com—Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, menyatakan sikap tegas menolak rencana perdamaian 21 poin yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pejuang pembebasan Palestina ini ini menilai rencana AS yang dimediasi mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair ada persekongkolan.

“Ini adalah keputusan final dan sikap yang tak tergoyahkan, serta respons tegas. Semoga Trump, Netanyahu, dan semua yang bersekongkol bersama mereka mendengarnya. Kalian telah berkhianat dan gagal dalam usaha kalian menabur racun dalam madu. Hanya kehendak Allah yang berlaku, dan pertolongan segera datang, Insya Allah,” ujar Barhoum.

Rencana Donald Trump yang didukung Barat itu menuntut agar pejuang Hamas melucuti senjatanya, membebaskan semua tawanan, serta pengakuan terhadap keberadaan negara palsu ‘Israel’. Sementara itu, Tony Blair ditunjuk sebagai ketua Dewan Perdamaian internasional untuk memfasilitasi negosiasi rekonsiliasi Gaza.

Al-Araby Al-Jadeed pada 1 Oktober 2025 mengkritik rencana tersebut sebagai upaya memperkuat dominasi ‘Israel’ di Gaza tanpa solusi nyata bagi Palestina.

Sky News Arabia melaporkan mayoritas faksi Hamas menolak dan menyebut rencana itu sebagai undangan menyerah, bukan negosiasi.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

BBC Arabic menyampaikan bahwa menerima rencana ini berarti kehilangan peran negosiasi masa depan dan menghilangkan harapan kemerdekaan Palestina sejati.

Menurut Anadolu Agency, rencana ini menguatkan hegemoni penjajah ‘Israel’ dan mengabaikan tuntutan pokok warga Gaza seperti pembebasan tawanan dan hak pengungsi sehingga tidak adil dan tidak aplikatif.

Inilah 21 poin utama rencana “Perdamaian Ala Donald Trump” yang merugikan perjuangan Palestina:

Berikut ini 21 poin utama yang dirilis dalam rencana perdamaian Trump yang dianggap merugikan Palestina (BBC Indonesia, 30 September 2025):

1. Pelucutan senjata total Hamas.

2. Pembebasan seluruh tawanan politik oleh Hamas dan ‘Israel’.

3. Penarikan bertahap pasukan ‘Israel’ dari Gaza di bawah pengawasan internasional.

4. Pembentukan otoritas transisi di Gaza yang diawasi Dewan Perdamaian internasional, termasuk Tony Blair.

5. Pengawasan ketat terhadap keamanan dan aktivitas militer Gaza.

6. Pembangunan kembali infrastruktur Gaza dengan bantuan internasional.

7. Penghapusan blokade ekonomi secara bertahap.

8. Program pendidikan dan ekonomi yang diawasi asing.

9. Pengaturan dan pemantauan perbatasan oleh lembaga internasional.

10. Pengembalian pengungsi secara terbatas dan bertahap.

11. Sanksi tegas bagi yang melanggar kesepakatan.

12. Pengurangan aktivitas militan di Gaza secara permanen.

13. Pengawasan pengelolaan sumber daya alam Gaza.

14. Penetapan penjagaan kawasan perbatasan oleh pasukan internasional.

15. Penegakan hukum yang dipantau oleh pengawas internasional.

16. Integrasi pasukan keamanan Gaza ke dalam otoritas transisi.

17. Peningkatan bantuan kemanusiaan dengan syarat ketat.

18. Pelarangan propaganda dan aktivitas yang mengancam perdamaian.

19. Pembentukan mekanisme mediasi untuk sengketa internal.

20. Penjadwalan referendum untuk masa depan Gaza dengan persyaratan ketat.

21. Kewenangan Dewan Perdamaian atas semua keputusan politik utama Gaza.

Namun, analis internasional memberikan kritik keras. Profesor Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, Sya’roni Rofii, menyatakan, “Rencana tersebut secara terang menguntungkan ‘Israel’ dan mengabaikan kenyataan yang dihadapi rakyat Gaza, termasuk pengungsi dan tawanan, sehingga tidak dapat menuntaskan konflik secara adil dan berkelanjutan, “ ujarnya dikutip CNN Indonesia.

Pengamat politik Timur Tengah, Diana Buttu, menambahkan, “Rencana ini seperti perangkap politik yang memaksa Hamas menyerah tanpa memberikan ruang bagi solusi politik inklusif,” kutipnya di BBC Arabic, 2 Oktober 2025).

Sementara pakar keamanan dari Anadolu Agency menggarisbawahi bahwa “kondisi rencana perdamaian ini memperkuat kontrol ‘Israel’ atas Gaza dan melemahkan posisi tawar Palestina, sehingga harus ditolak demi keadilan dan perdamaian yang sesungguhnya”.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Donald TrumpFawzi BarhoumHAMASHeadlinePerdamaian PalestinapersekongkolanTony Blair
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Luar Negeri Spanyol Spanyol Panggil Wakil ‘Israel’ Imbas Pembajakan Armada Global Sumud
Tulisan selanjutnya Pengakuan Palestina dan Ancaman Dominasi Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?