Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Hamas Segera akan Berunding dengan Fatah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 September 2017 10:13 10:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2017 10:12
Bagikan
Tiga pejabat penting Hamas: Yahya al Sinwar, Ismail Haniyah dan Abu Marzuq
Bagikan

Hidayatullah.com–Gerakan Perlawanan Islam di Palestina (Hamas) dan Fatah setuju membatalkan semua keputusan dan langkah-langkah untuk menghukum warga Jalur Gaza, terutama setelah Hamas menyambut usaha Mesir dan membubarkan Komite Administratif.

Langkah tersebut diambil untuk menandatangani sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan antara kedua kelompok oposisi tersebut.

Menurut Reuters pada hari Ahad, Hamas setuju untuk membubarkan pemerintahan sementara Gaza.

Mesir menjadi mediator dalam pembicaraan dengan Fatah untuk mengimplementasikan kesepakatan yang ditandatangani pada 2011 dengan Hamas di Kairo.

Baca: Hamas dan Fatah Akan Berunding Lagi di Gaza

Menurut perjanjian tersebut, Hamas harus mengakhiri perselisihannya dengan Fatah dan membentuk sebuah pemerintahan sementara sebelum pemilihan umum.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Sementara Perdana Menteri Otorita Palestina, Rami Hamdallah dikabarkan akan melakukan perjalanan ke Gaza dalam waktu dekat.

Nabil Shaath, penasihat senior Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan Hamdallah akan bertemu dengan pejabat Hamas di Kota Gaza, dan menegaskan bahwa pemerintah akan mengendalikan pemerintah di Gaza sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan kesepakatan lebih besar.

“Kami menunggu langkah pertama di lapangan Kami ingin melihat Hamdallah diterima oleh Hamas, pintu semua kamenterian terbuka, yang bisa terjadi dalam 24 jam ke depan,” kata Shaath, seperti dilansir Aljazeera, Selasa (19/09/2017).

Sebelumnya, Abbas dilaporkan telah menelpon pemimpin Hamas Ismail Haniyah. Keduanya diketahui membahas upaya perdamaian antara Fatah, dan Hamas.

Menurut Kantor Berita dan Informasi Palestina (WAFA) dalam pidatonya dengan Haniyah, Abbas memuji “atmosfir yang dikompromikan” di Palestina, menyusul kesepakatan antara Hamas dan Fatah.

Seperti diketahui, hari Ahad (17/09/2017), gerakan Hamas mengumumkan pembubaran Komite Administratif, sebagai upaya serius untuk mewujudkan rekonsiliasi dan mengakhiri perpecahan. Hamas menyerukan pemerintah Otorias Palestina yang dipimpin Rami Hamdallah untuk segera datang ke Jalur Gaza dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Baca: Delegasi Tingkat Tinggi Hamas Kunjungi Kairo

Keputusan Hamas ini mendapatkan respon positif dan disambut dengan baik oleh faksi-faksi dan kekuatan-kekuatan Palestina, seraya meminta Presiden Abbas mengakhiri langkah-langkah sanksi terhadap Jalur Gaza.

Di antara tekanan yang dihadapi Fatah tidak membayar pasokan listrik di Gaza bahwa penjajah Israel telah mencairkan dan memotong gaji pejabat Gaza.

Pemimpin Hamas Ismail Haniya mengulangi kesediaan partainya untuk menyatukan warga Palestina hari ini, setelah kambali dari Mesir ke Jalur Gaza.

Minggu lalu, partai Islam yang berkuasa di Gaza mengumumkan akan setuju dengan serangkaian klaim oleh partai oposisi Fatah oleh Presiden Mahmoud Abbas dan mendukung rencana untuk sebuah pemilihan baru.

“Panitia administrasi di Jalur Gaza tidak lagi berfungsi. Kami sekarang siap menerima pemerintah unifikasi untuk memasuki Jalur Gaza,” kata Haniya dalam sebuah konferensi pers di perbatasan Rafah dengan Mesir.

Dia mengatakan partainya siap untuk kambali ke Mesir untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Fatah untuk tahap selanjutnya.

“Kami siap untuk kambali ke Kairo selama beberapa hari untuk melanjutkan dialog,” tambah Haniya bersikeras bahwa dia “berkomitmen terhadap keberhasilan sebuah serikat pekerja,” tulis AFP.

Baca: Delegasi Tingkat Tinggi Hamas Kunjungi Kairo untuk Rekonsiliasi Nasional

Kemarin, Haniya berbicara pertama kalinya dalam hampir setahun dengan otoritas Abbas dan Fatah mengatakan bahwa mereka mengharapkan Perdana Menteri Rami Hamdallah mengunjungi Gaza beberapa hari kamudian.

Pada April 2017 lalu Otoritas Palestina mulai menerapkan langkah-langkah sanksi terhadap Jalur Gaza. Mencakup pemutusan listrik, pemutusan pasokan obat-obatan, pemutusan surat rujukan berobat ke luar negeri, pemutusan gaji pegawai pemerintah di Jalur Gaza, dan pemecatan ribuan pegawai untuk pensiun dini. Langkah itu dilakukan dengan dalih sebagai reaksi atas langkah Hamas membentuk Komite Administratif untuk mengurusi dan memudahkan urusan warga di Jalur Gaza, setelah pemerintah Otoritas Palestina tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya di Jalur Gaza.

Hamas memaksa Fatah keluar dari Gaza dalam sebuah perang saudara di tahun 2007 dan berbagai upaya unifikasi gagal.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FatahGerakan Perlawanan IslamHAMASismail haniyahJalur GazaKomite AdministratifMahmoud AbbasRami Hamdallah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Turki Galakkan Bantuan untuk Muslim Arakan di Bangladesh
Tulisan selanjutnya Merajut Ukhuwwah Ilmiah Melalui Universitas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?