Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Investigasi Hamas: Mossad di Balik Penembakan Mohammad al-Zawari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 November 2017 15:08 3:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 November 2017 15:08
Bagikan
Mohammad al-Zawari saat merancang drone
Bagikan

Hidayatullah.com– Harakah al-Muqawamah al-Islamiyah  (Gerakan Perlawanan Islam/Hamas) menyalahkan agen intelijen Israel Mossad karena membunuh salah satu anggotanya di Tunisia setelah 11 bulan melakukan penyelidikan terperinci mengenai kasus tersebut.

Mohammad al-Zawari, komandan sayap bersenjata Brigade Izzuddin Al Qassam sejak 2006, ditembak mati beberapa kali di dalam mobilnya, pada 15 Desember 2016.

Hamas sebelumnya telah membentuk sebuah komite investigasi setelah peristiwa pembunuhan tersebut.

Berbicara pada sebuah konferensi pers di Beirut, Libanon,  Anggota Biro Politik Gerakan Hamas, Mohammad Nazzal menggambarkan operasi Mossad sebagai tindakan teroris.

“Mossad secara resmi dituduh berada di balik pembunuhan yang bukan hanya tindakan teroris, tapi juga melanggar kedaulatan nasional.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Tunisia memiliki informasi tentang penyelidikan ini. Kepentingan nasional dan stabilitas publik sekarang menjadi prioritas karena rezim Zionis akan mengulangi tindakan mereka sekali lagi, “katanya dikutip Aljazeera.

Baca: Pejabat Senior Hamas Lolos dari Percobaan

Televisi Aljazeera pernah merilis sebuah laporan panjang tentang Muhammad Zawari, melaporkan,  ia  mengunjungi Jalur Gaza antara tahun 2012 sampai 2103 dan tinggal sekitar 9 bulan dan melanjutkan pembangunan dan pengembangan proyek pesawat tanpa awak Izzuddin al-Qassam.

Penyelidikan al-Qassam juga mengungkap nama-nama semua yang terlibat atau dicurigai terlibat dalam aksi pembunuhan Zawari. Bagaimana mereka merencanakan pembunuhannya dengan menyewa mobil di Kota Sfax, menunggu korban sampai tiba di rumahnya untuk dilakukan aksi pembunuhan, selain mengungkap operasi perencanaan secara keseluruhan.

Menurut Hamas, Al-Zawari (49), adalah seorang insinyur penerbangan yang sedang menyiapkan pesawat tak berawak rahasia.

Al-Zawari mendapat pujian dari Hamas setelah mengembangkan pesawat tak berawak Ababil yang digunakan untuk melawan rezim Penjajah Israel di Jalur Gaza pada musim panas 2014.

Laporan lengkap penyelidikan tersebut, termasuk rincian bagaimana pembunuhan tersebut telah direncanakan dengan hati-hati dalam tiga tahap sejak 2015 yang melibatkan 12 individu, yang dipublikasikan di situs Hamas.

Baca: Abu Saif Permalukan Mossad di Jalanan Amman

Dua orang yang melakukan pembunuhan itu memiliki paspor Bosnia. Salah satu namanya, Chris Smith, telah terdaftar di Tunisian Engineering School, universitas yang sama dimana Al-Zawari belajar untuk meraih gelar doktor.

Laporan tersebut mengatakan bahwa Smith, yang tertarik untuk melihat dan mempelajari inovasi drone menawarkan sebuah proyek kepada Al-Zawari, mengatakan bahwa hal itu didukung oleh Uni Eropa. Namun, Al-Zawari menolak dan mencurigai terhadap Smith.

Pengamat senior Israel menduga, pembunuhan yang dilakukan Mossad terhadap kreator pesawat Hamas dari Tunisia, Muhammad Al-Zawari adalah karena kecemasan terhadap potensi Zawari dalam menciptakan senjata penghancur keseimbangan strategis, serta kontribusinya kepada Hamas.

Ben Caspit, pengamat militer Israel mengatakan, sebelum ditembak, Zawari tengah mendesain kapal selam yang dapat beroperasi dari jarak jauh.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan “Yisrael Pulse”, Kamis (22/12/2016) lalu dan diterjemahkan Arabi21, Caspit memberikan catatan mengenai kemampuan sayap militer Hamas mengendalikan kapal selam yang dapat dikontrol dari jarak jauh dan dapat digunakan menyerang ladang minyak Israel yang berada di kedalaman laut Mediterania. Jelas itu merupakan aset strategis dan geo-strategis bagi Israel.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AbabilAl-QassamBrigade Izzuddin Al QassamHAMASHarakah al-Muqawamah al-IslamiyahJalur GazaMohammad al-ZawariMohammad NazzalMossadpesawat tak berawaktunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rumah Gedheg, Minimnya Air Bersih sampai Maut Menjemput [1]
Tulisan selanjutnya Rumah Gedheg, Minimnya Air Bersih sampai Maut Menjemput [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?