Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

‘Anda Tidak Mengerti Penderitaan Saya’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Januari 2018 08:01 8:01 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Januari 2018 07:30
Bagikan
Israa Jaabis (32): Cacat setelah di penjarah Israel | Sebelum di penjara Israel
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pendukung seorang Muslimah Palestina yang dipenjara yang membutuhkan perawatan medis yang mendesak mengatakan bahwa otoritas penjara Israel telah mengabaikannya selama dua tahun terakhir dan menyerukan pembebasannya segera, demikian laporan Middle East Eye, Jumat (12/01/2018).

Kampanye untuk Israa Jaabis, yang telah menjadi berita utama di media Palestina pekan ini, muncul saat dia dan pengacaranya meminta pengadilan tinggi Israel untuk mengurangi masa hukuman 11 tahun penjaranya. Diharapkan ada keputusan dalam beberapa hari.

“Saya berada di sini selama dua tahun dan saya tidak menerima perawatan medis yang saya butuhkan,” kata Jaabis saat syuting di pengadilan pada hari Kamis. “Saya tidak mengerti apa sebabnya saya berada di penjara.”

“Secara fisik, keadaan Israa sangat buruk dan dia juga dalam keadaan psikologis yang sangat buruk,” kata pengacaranya, Lea Tsemel,  kepada Middle East Eye (MEE) setelah persidangan.

Jaabis, 32 tahun, ditangkap pada bulan Oktober 2015 dan dituduh mencoba meledakkan bom untuk mencelakai tentara Israel di depan sebuah pos pemeriksaan Yerusalem Timur.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Tapi dia dan keluarganya mengatakan bahwa kala itu dia sedang dalam proses pindah rumah untuk mempertahankan residensi Yerusalemnya ketika sebuah tabung gas untuk memasak yang rusak meledak dan apinya berkobar 500 meter dari pos pemeriksaan.

Jaabis, yang memiliki anak laki-laki berusia 10 tahun, terluka parah dalam akibat peristiwa tersebut, dengan 65 persen tubuhnya terbakar, termasuk luka besar di wajah dan tangannya. Setelah ditangkap, dia dibawa ke Pusat Medis Hadassah di mana delapan jarinya diamputasi.

Baca: Gadis Cacat Ditabrak Mobil Pemukim Yahudi

Tapi sebelum perawatannya selesai, keluarganya mengatakan, dia dibawa ke Penjara HaSharon. Sejak saat itu, dia telah berjuang untuk menerima perawatan yang memadai dan telah menjalani kehidupan penuh penderitaan sejak saat itu.

Cedera pada telinganya mengakibatkan infeksi berulang dan membuatnya sulit mendengar. Bagian dalam hidungnya terbakar, sehingga dia bernapas melalui lubang yang sangat kecil. Dia tidak dapat mengangkat salah satu lengannya, tangan dan kakinya juga mengalami kejang urat.

“Saya tidak bisa memasang perban karena sulit untuk melakukannya sendiri,” katanya dalam sebuah surat yang dikirimnya kepada adiknya dan pengacara yang disebarluaskan di media sosial sebagai bagian dari kampanye pembebasannya

“Mata saya kering dan merasakan sakit parah setiap kali terkena udara atau setiap kali saya mencuci mata dengan air. Mata saya membutuhkan perawatan segera tapi tidak ada yang peduli.”

Jaabis memerlukan bantuan medis dan pembedahan lanjutan agar bisa melakukan hal yang sangat mendasar, kata saudaranya, Muna. “Dia menderita sepanjang waktu dari rasa sakit yang parah dan mimpi buruk di malam hari,” katanya. “Gigi-giginya rontok.”

Keluarga Israa telah menawarkan untuk membayar perawatannya, namun Muna mengatakan bahwa otoritas penjara Israel telah menolak tawaran mereka.

“Bukan hanya karena dia dituduh melakukan sesuatu yang tidak dia lakukan dan mereka tidak memiliki bukti,” kata Muna. “Selain itu, mereka membiarkannya tanpa memperoleh hak dasar seperti perawatan medis.”

MEE menelepon dinas penjara Israel untuk dimintai pernyataan pada hari Jumat dan diminta untuk menelepon kembali pada hari Ahad untuk berbicara dengan seseorang yang secara khusus berbicara perihal kasus Israa.

Baca: Perempuan Palestina Ditelanjangi, Digeledah, Dihinikan di Penjara Zionis

Ratusan tahanan warga Palestina seperti Israa setiap tahun menyeru organisasi hak asasi manusia mengharap bantuan perawatan medis, menurut seorang pekerja sosial yang memberikan layanan medis kepada para tahanan Palestina, dan juga bekerja untuk Physicians for Human Rights-Israel (PHR-I).

“Mereka telah terus-menerus mendesak, mengulangi seruan demi mendapatkan perawatan medis,” kata Niv Michaeli, koordinator tahanan di PHR-I. “Butuh banyak waktu untuk mendapatkan layanan dan kualitasnya sangat rendah.”

Amany Dayif, yang pernah bekerja membantu para tahanan di penjara Israel untuk mengakses perawatan kesehatan, mengatakan bahwa tidak ada yang tahu berapa banyak orang Palestina yang ditahan di Israel yang memerlukan perawatan medis atau bagaimana kondisi mereka karena kurangnya pengawasan dari kementerian kesehatan Israel.

“Akibatnya, layanan penjara Israel tidak memiliki standar perawatan medis. Misalnya, tidak ada pengumpulan data secara teratur mengenai penyakit atau kebutuhan perawatan kesehatan dari narapidana, padahal ini adalah komponen penting dari sistem perawatan kesehatan yang layak,” kata Dayif.

Dari pengalamannya, dia mengatakan, otoritas penjara Israel mengelola sistem perawatan kesehatan narapidana dengan buruk “terutama karena ini adalah sebuah organisasi keamanan yang menganggap perawatan kesehatan sebagai prioritas terakhir”.

MEE mengirim email ke layanan penjara penjajah Israel untuk dimintai pernyataan mengenai perlakuan terhadap para tahanan Palestina, namun belum pernah mendapatkan balasan.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Israa JaabisisraelmenderitaMuslimah PalestinapalestinaPenderitaanpenjajahPenjara IsraelZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya munarman penjara Munarman: Tak Boleh Ada UU yang Bertentangan Konstitusi
Tulisan selanjutnya Pemerintah Diharapkan Mengimbangi Kepentingan Konsumen dan Petani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?