Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Penyair Perempuan Keturunan Arab Dipenjara Israel karena Puisinya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2018 05:26 5:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Juli 2018 23:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengadilan ‘Israel’ menyatakan seorang penyair perempuan ‘Israel’ keturunan Arab bersalah memicu kekerasan dan mendukung organisasi teroris lewat pesannya di media sosial.

Dareen Tatour ditangkap tahun 2015 berkaitan dengan tiga pesannya, termasuk video yang memperlihatkan dia membaca salah satu puisinya berjudul Resist, My People, Resist Them (Lawan, Rakyatku, Lawan Mereka) dengan latar belakang gambar rekaman pengunjuk rasa.

Namun dia menegaskan bahwa puisinya disalahtafsirkan dan sama sekali tidak menyerukan kekerasan.

Organisasi para penulis dunia, PEN International, mengecam keputusan pengadilan tersebut dan berpendapat dia ‘menjadi sasaran karena pusinya dan kegiatan damainya’.

“Dareen Tatour dinyatakan bersalah karena melakukan yang dilakukan para penulis setiap hari -kami menggunakan kata-kata untuk menantang ketidakadilan dengan cara damai,” tutur Presiden PEN, Jennifer Clement dikutip BBC.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

“PEN akan terus menyerukan keadilan untuk kasus ini,” tegasnya.

Jaksa ‘Israel’ berpendapat puisi Tatour mencerminkan seruan untuk kekerasan.

Baca: Penjajah ‘Israel’ Tangkap Penulis Perempuan Palestina

Tatour yang ditangkap pada Oktober 2015 sempat menghabiskan waktu selama beberapa bulan di penjara sebelum dikenakan tahanan rumah pada Januari 2016.

Perempuan berusia 36 tahun itu awalnya ditempatkan di sebuah rumah susun di Tel Aviv dan pergerakannya dibatasi karena pihak berwenang ‘Israel’ menganggapnya sebagai ‘ancaman bagi keamanan umum’.

Namun belakangan dia diizinkan kembali ke rumah keluarganya di Raineh, dekat Nazareth, walau status tahanan rumahnya tetap diberlakukan dengan berbagai pembatasan hingga sidangnya berakhir.

Dalam status tahanan rumah, dia tidak diperkenankan untuk menggunakan telepon genggam maupun internet.

Tiga pesan Tatour

Dakwaan atas Tatour terkait dengan tiga pesannya di media sosial yang tampaknya menjadi awal dari gelombang aksi penikaman, penembakan, dan penabrakan atas warga ‘Israel’ oleh warga Palestina maupun warga ‘Israel’ keturunan Arab.

Yang pertama adalah rekaman video yang memperlihatkan dia mengutip puisinya dengan rekaman gambar para pengunjuk rasa yang tampak melempari batu ke aparat keamanan ‘Israel’.

Puisi itu antara lain berbunyi, “Lawan, rakyatku, lawan mereka / Lawan perampok pemukiman / Dan ikuti karavan para martir.”

Dakwaan menyebutkan bahwa ‘isi puisi, penyebaran, dan keadaan saat penerbitannya menciptakan kemungkinan nyata bahwa kekerasan atau terorisme akan dilakukan’.

Baca: Israel Tahan 20 Warga Palestina, termasukAyah dan Anaknya

Namun dia menegaskan terjadi kekeliruan dalam penerjemahan dan penafsiran atas puisinya.

“Mereka tidak mengerti puisiku. Tidak ada seruan akan kekerasan. Ada perjuangan, mereka memasukkannya sebagai kekerasan,” tuturnya kepada kantor berita Reuters tahun lalu.

Puisinya diterbitkan pada awal gelombang serangan penikaman, penembakan, dan pembalakan atas warga ‘Israel’.

Tatour juga dinyatakan bersalah untuk pesannya yang lain, yang menurut jaksa mengungkapkan dukungan pada kelompok pejuang Palestina, Jihad Islam –yang oleh Israel ditetapkan sebagai organisasi ‘teroris’’, Amerika Serikat dan Inggris– serta untuk ‘intifada’ (perlawanan baru Palestina) atas penjajahan ‘Israel’ di atas tanah Palestina.

Sedang yang ketiga adalah foto dari seorang perempuan ‘Israel’ keturunan Arab yang cedera karena ditembak polisi ‘Israel’ setelah dia mengacungkan pisau. Gambar itu diberi keterangan ‘Saya martir berikutnya’.

Setelah dinyatakan bersalah, Tatour -seperti dikutip surat kabar Haaretz- mengatakan, “Pengadilan saya merobek topeng-topeng, Seluruh dunia akan mendengar kisah saya. Seluruh dunia akan mendengar seperti apa demokrasi ‘Israel’. Sebuah demokrasi yang hanya untuk Yahudi. Hanya orang Arab yang ke penjara.”

“Pengadilan menyatakan saya terbukti untuk terorisme. Jika itu adalah terorisme, saya memberikan terorisme cinta kepada dunia.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dareen TatourIntifadaisraelketurunan Arabpenjajahpenyairperempuanpuisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aziz Kahar: Perkembangan Kekuatan Umat Sangat Menggembirakan
Tulisan selanjutnya Tiga Wartawan Eropa Tewas Disergap di Afrika Tengah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?