Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Islam Membela Muslim Meski Hanya Satu Nyawa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2023 13:11 1:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2023 12:52
Bagikan
Bagikan

Yahudi dari Bani Qainuqa’ akhirnya menyerah dan menuruti perintah Rasulullah ﷺ akibat melecehkan seorang muslimah

Oleh: Mahladi Murni

Hidayatullah.com | SUATU ketika menjelang perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah ﷺ bermaksud melaksanakan ibadah umroh. Beliau paham bahwa orang-orang Quraisy tak akan membiarkan begitu saja rencana ini.

Karena itu, beliau membawa serta 400 Muslim untuk ikut melaksanakan umroh bersama beliau. Rasulullah ﷺ juga tak gegabah dengan langsung pergi ke Makkah meskipun ia telah dibersamai 400 Muslim.

Beliau justru mengutus terlebih dahulu seseorang untuk menyampaikan pesan kepada kaum Quraisy bahwa mereka akan umroh. Utusan tersebut bernama Khirasy ibn Umayyah al-Khuza’i.

Baca Juga

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an

Maka pergilah utusan tersebut dengan mengandarai unta Nabi yang bernama Tsa’lab. Namun, setibanya di tengah-tengah kaum Quraisy, mereka memotong unta Nabi ﷺ dan hampir membunuh Khirasy.

Lalu Nabi ﷺ mengutus orang kedua, yaitu Umar ibn al-Khaththab. Namun, sebagaimana diceritakan oleh Ibn Katsir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah, Umar mengusulkan agar bukan ia yang diutus.

Sebab, kaum Quraisy tak menyukai Umar. Ia khawatir misi tak akan berhasil. Karena itu Umar mengusulkan agar Utsman bin Affan yang berangkat.

Nabi ﷺ setuju dengan usulan tersebut. Dulu, Utsman memang tokoh terpandang di kalangan Quraisy. Ia tentu masih disegani oleh mereka.

Maka, pergilah Utsman kepada kaum Quraisy. Sesampainya di Makkah, ia memang disambut dengan baik.

Ia juga berhasil menyampaikan maksud Nabi ﷺ kepada para tokoh Quraisy. Bahkan, kaum Quraisy mempersilahkan Utsman untuk melakukan thawaf,  namun ia menolak jika tidak bersama Nabi ﷺ.

Rupanya, kepergian Utsman yang agak lama tersebut menyebabkan munculnya informasi yang salah tentang Utsman. Ia dikabarkan terbunuh.

Atas dasar itu, Nabi ﷺ segera memerintahkan kaum Muslim untuk siap berperang membela Utsman. Nabi ﷺ juga meminta kaum Muslim untuk berbaiat (bersumpah setia) tidak akan lari dari medan perang jika Utsman benar-benar terbunuh. Mereka pun mememuhi permintaan Nabi ﷺ

Namun, kaum Muslim baru menyadari bahwa informasi tersebut salah setelah Utsman muncul. Kedatangan Utsman kemudian dilanjutkan dengan negosiasi damai antara Nabi ﷺ dan utusan khusus Quraisy.

Perjanjian ini populer dengan sebutan shulh al-Hudaibiyyah. Dari peristiwa ini terdapat pelajaran penting bagi kaum Muslim bahwa ancaman musuh terhadap rakyat, walaupun hanya satu nyawa, tidak dapat dibiarkan.

Sebaliknya, segenap potensi harus dikerahkan untuk membela nyawa seorang Muslim, baik dalam keadaan hidup maupun telah meninggal.

Peristiwa yang sama juga terjadi ketika seorang pria Yahudi dari Bani Qainuqa’ melakukan perbuatan tak sopan kepada seorang wanita muslimah di pasar.

Saat wanita tersebut memesan sesuatu, pria Yahudi yang berprofesi sebagai pembuat perhiasan tersebut mengikatkan ujung baju si muslimah ke bagian punggungnya. Akibatnya, saat si wanita itu berdiri, tersingkaplah bagian auratnya.

Wanita muslimah itu langsung berteriak. Teriakan ini didengar seorang Muslim dan ia langsung membunuh Si Yahudi tadi.

Rupanya, Yahudi lain tidak terima perbuatan pria Muslim tadi. Mereka mengeroyok dan membunuhnya juga.

Kabar tentang peristiwa ini menyebar. Terjadilah saling serang antara kaum Muslim dan Yahudi dari Bani Qainuqa’.

Setelah mendengar kabar tersebut, Rasulullah ﷺ datang dengan mengerahkan pasukannya. Tak main-main, pasukan Rasulullah ﷺ langsung mengepung Bani Qainuqa’ selama 15 hari dan meminta mereka segera keluar dari Madinah.

Akhirnya, menurut Ibn Katsir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah, Bani Qainuqa’ menyerah dan menuruti perintah Rasulullah ﷺ. Mereka semua pergi menuju Adzru’at.

Dua peristiwa di atas merupakan bukti nyata pembelaan Islam terhadap rakyat yang terzalimi oleh pihak lain. Tak ada toleransi untuk hal ini sekali pun memerlukan daya dukung yang tidak sedikit dan risiko yang cukup besar. Wallahu a’lam. *

Penulis redaktur senior di Majalah Hidayatullah, aktif di MUI Pusat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bani QainuqaHeadlinemembela Islamorang QuraisyPerjanjian HudaibiyahPilihan Redaksiyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pinjaman online Masyarakat Digital Mandiri Berdaulat dengan Platform Komunitas
Tulisan selanjutnya Kelompok Wagner Klaim Ukraina Racuni Tentaranya Pakai Drone

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Berita
15 September 2026 14:36
Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina

Terbaru

  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Mungkin Anda Juga Suka

Lentera Hidup

Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

23 Juli 2026 10:42
Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?