Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Indahnya Perjalanan Hidayah

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 19 Desember 2016 09:29 9:29 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 19 Desember 2016 09:29
Bagikan
Pegiat dakwah di Kabupaten Mahakam Ulu. Setiap hari harus melalui jalanan yang rusak parah/Hidayatullah.com
Bagikan

“Iya, jika menang, bukan cuma uang atau harta. Kalian juga berhak mendapatkan kedudukan yang dekat.”

Panjang lebar Fir’aun terus memotivasi para tukang sihirnya.

Kali ia menjanjikan banyak hal. Tak sekadar uang atau materi, tapi mereka juga dijanji sejumlah jabatan strategis dan akses kekuasaan nantinya dalam struktur pemerintahan Fir’aun.

Rupanya jelang duel atau konfrontasi terbuka itu, para tukang sihir Fir’aun kasak kusuk bertanya, apa keuntungan bagi mereka dalam pertarungan melawan Nabi Musa Alaihi ss-salam (As).

Apa lagi, masyarakat kian ramai berduyun-duyun menyesaki lapangan terbuka itu.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dialog pragmatis itu digambarkan dengan jelas dalam al-Qur’an:

فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالُوا لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَّمِنَ الْمُقَرَّبِي

“Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir’aun: Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang? Fir’aun menjawab: Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku).” (QS: Asy-Syu’ara (26): 41-42).

Dakwah dengan Akhlak yang Baik

Singkat kata, terjadilah yang disebutkan dalam sejarah. Adu kekuatan berlangsung antara Nabi Musa, penyeru kebenaran berhadapan dengan Fir’aun yang menjadi simbol semua kemaksiatan di muka bumi.

Selanjutnya, ular besar Musa berhasil melumat puluhan bahkan ratusan ular jadi-jadian para tukang sihir Fir’aun.

Ajaibnya, para tukang sihir yang tadinya berada di garis depan menentang Musa, tiba-tiba menyatakan keimanannya semua.

Kami beriman kepada Rabb alam semesta. Rabb Musa dan Harun. Demikian ucapan heroik mereka di hadapan penguasa zhalim Fir’aun.

Hidayah itu Hak Allah

Apa pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas? Salah satunya adalah perjalanan hidayah yang berbeda bagi setiap manusia.

Siapa sangka pertarungan terbuka di tengah lapangan itu justru menjadi titik balik para tukang sihir mendapatkan hidayah?

Inilah kekuasaan Sang Maha Berkehendak. Dengan caranya tersendiri, Allah memilih siapa yang dikehendaki untuk mencicipi manisnya iman.

Sebagaimana Dia berkuasa penuh jika ingin menyesatkan sebagian manusia lainnya.

Bagi seorang juru dakwah, maka tugas mereka hanyalah menyampaikan dan menjelaskan kebaikan dan kebenaran tersebut.

Seorang guru hanya dituntut agar maksimal dalam mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya.

Selaku orangtua, tugas mereka mengajari dan mendoakan selalu anak-anaknya.

Namun yang memberi pemahaman dan petunjuk hanyalah Allah semata.

Untuk itu, semestinya tak ada celah untuk berkecil hati apalagi hingga putus asa hanya gara-gara seruan yang disampaikan itu belum menyentuh hati manusia.

Ibarat cermin, kisah ketegaran Musa dalam menyampaikan dakwah layak dijadikan wahana untuk berkaca dan evaluasi.

Tengoklah Nabi Musa, dengan semangat ia terus mendakwahkan ajaran tauhid kepada umatnya.

Bahkan hingga titik klimaks, dimana iapun tak tahu hendak berbuat apalagi di hadapan para penentang dakwahnya saat itu.

Sampai akhirnya Allah menyuruh Musa membuang tongkatnya ke tanah lapang.

Maka seketika tongkat itu berubah wujud jadi ular raksasa.

Atau ketika Musa bingung karena dikejar oleh tentara Fir’aun. Sedang tak ada lagi tempat pelarian, sebab Laut Merah telah membentang di hadapannya.

Membawa ‘Perahu Dakwah’ Menyebrangi Pulau Enggano

Selanjutnya, tengoklah keajaiban dakwah yang dikerja all out tersebut.

Dengan kasih sayang-Nya Allah lalu menurunkan hidayah kepada para tukang sihir itu.

Ajaibnya lagi, saat itu pula iman yang baru saja menancap itu langsung bekerja dan bereaksi.

Mereka tak gentar dengan ancaman Fir’aun yang murka semurka-murkanya.

Bahkan dengan lantang mengaku itulah cita-cita kami yang tertinggi.

Meninggal dalam pangkuan ridha dan maghfirah (ampunan) dari Allah semata.

إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَـٰيَـٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (٥١)

Allah berfirman: “Sesungguhnya kami sudah sangat berharap Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kami, dan kami betul-betul berharap menjadi orang-orang awal beriman.” (QS. Asy-Syuara (26): 51).*/Masykur

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ajaran tauhiddakwahilmuperjalanan dakwahPerjalanan Hidayahumat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Organisasi Bantuan Turki Produksi 65 Ribu Roti Jumbo Perhari untuk Pengungsi Suriah
Tulisan selanjutnya Mahasiswa Pakistan Kecam Bashar al Assad atas Serangan Kejam di Aleppo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

Berita
25 Juni 2026 17:32
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Turki Tangkap 209 Orang di Ankara Jelang KTT NATO
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?