Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Perpustakaan Islam Yogyakarta, Bagaimana Nasibnya?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Januari 2023 16:15 4:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2023 17:30
Bagikan
Perpustakaan Islam Yogyakarta yang didirikan tokoh-tokoh Islam tahun 1942
Bagikan

Bagaimana nasib buku, majalah dan arsip penting di Perpustakaan Islam Yogyakarta yang konon jumlahnya mencapai 70.000 itu?

Hidayatullah.com | CERITA  perpustakaan ini awalnya sejak zaman Jepang di Jakarta. Pada tahun 1942, pemimpin-pemimpin Islam di Jakarta telah mendirikan Yayasan Perpustakaan Islam, Yayasan Masjid Besar, Lembaga Percetakan Al-Qur`an dan Sekolah Tinggi Islam.

Setelah proklamasi, perpustakaan Islam ini pindah ke Yogyakarta yang saat itu menjadi Ibu Kota RI. Sejak SK Menteri Agama KH. Masykur 2 Agustus 1948, perpustakaan ini berada dalam pengawasan Kementrian Agama dan diberi subsidi dan tenaga karyawan.

Pada 12 Januari 1950, perpustakaan ini berjalan di bawah pengawasan  Badan Wakaf Perpustakaan Islam yang diketuai KHM. Faried Ma’ruf dengan anggota: KH. Taufiqurrahman, KH. Ali Maksum, Burhanuddin Harahap, KH. Bakir, Abdullah Aidit, Dr. Sukiman, Wiwobo dll.

Sedangkan seponsornya di antaranya: H. Abubakar Atjeh, Kartosudarmo dan  Moh. Natsir. Tahun pertama dipegang Kartosudarmi kemudian dipegang Pak Muqoddas Syuhada yang meninggal tahun 1969. Kemudian dilanjutkan oleh Pak Sholihin.

Baca Juga

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

“Kegiatan perpustakaan Islam inipun telah mampu membuat orang-orang buta (tunanetra) untuk bisa melihat dunia ini, dengan buku-buku yang diterbitkannya dalam huruf Braille…,” demikian  dikutip buku Revolusi Indonesia yang diterbitkan Departemen Penerangan RI.

Lebih dari itu, perpustakaan ini juga terkoneksi dengan perpustakaan-perpustakaan Luar Negeri seperti: Eropa, Asia Tengah, Asia Timur dan Australia. Bahkan tahun 1951 sudah menjadi anggota the Library Association di London. Ia juga terhubung dengan perpustakaan Al-Azhar dan negara RPA dan Muktamar Alam Islamy.

Perpustakaan ini sangat terkenal di luar negeri. Sampai-sampai pada tahun 1955, Presiden Anwar Sadat memberi bantuan 10.000 buku. Rupanya, yang memperkenalkan nama perpustakaan Islam ini ke Eropa adalah Dr. Yap yang ahli hukum itu.

Pada pemberitaan Majalah Kiblat No. 10 (XIX/1971), diberitakan bahwa perpustakaan ini yang sebelumnya bertempat di Jalan Tugu Kidul (yang sudah 25 tahun) akan terancam pindah lagi. Perlu diketahui, di dalamnya ada 70.000 buah buku, majalah dan arsip penting lainnya.

Masalahnya gedung itu adalah milik orang WNI Tionghoa, nah kemudian mau dijual dan ditawarkan terlebih dahulu pada Perpustakaan Islam. Awalnya harganya 2 juta, kemudian berkembang jadi 6 juta.

Namun, mereka kesulitan mendapatkan dana itu karena untuk oprasional sendiri saja sudah berat. Oleh karenanya, Pemimpin Umum Kiblat mengajah kaum muslimin untuk menyelamatkan perpustakaan ini.

***

Dalam keterangan Majalah Suara Muhammadiyah No. 2 (Thn. 63/1983), perpustakaan ini luasnya 1100 meter persegi terletak di jalan Mangkubumi 38 Yogyakarta (Kemungkinan besar alamatnya pindah karena relokasi). Informasi tambahan lain dari majalah ini, bahwa pejabat yang turut menyambut hangat berdirinya perpustakaan ini di antaranya: M. Zain Djambek, Islamil Djamil, HM. Rasjidi, Prawoto Mangkusasmito dll. Diterangkan pula bahwa Kepala Perpustakaan Islam ini di antaranya: H. Abu Bakar Aceh, H. Mukaddas Suhada, H. Mohammad Solichin dan pada tahun 1981 dipegang oleh Moh. Amin Mansoer.

***

Mungkin yang mau mencari jejak Perpustakaan Islam ini bisa dicari dahulu di Jalan Tugu Kidul Yogyakarta, kemudian di jalan Mangkubumi 38 Yogyakarta. Paling tidak, pada tahun 1983 –sebagaimana diberitakan Suara Muhamamdiyah— ada keterangannya, dan sekarang entah di mana bekasnya.

Bagaimana nasib buku, majalah dan arsip penting yang jumlahnya 70.000 itu? Selamat Mencari. Semangat Literasi!*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Perpustakaan Islam YogyakartaYogyakarta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MPII Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu Damai dan Mencerdaskan
Tulisan selanjutnya Bekas Pilot Marinir Amerika Dibayar untuk Melatih Pilot Tempur China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Bahas Penguatan Peran Pemuda sebagai Penggerak Bangsa

Berita
26 Juli 2026 20:35
AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Nuklir, Apa Isinya?
Trump Abaikan Keberatan Netanyahu soal Rencana Penjualan F-35 ke Turki
INSISTS Camp 2026: Mengalirkan Ilmu dan Menguatkan Benteng Peradaban dari Rumah
Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa

Terbaru

  • MES Sebut Pertumbuhan Ekonomi Belum Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat
  • Menag: Hasil KUII VIII Akan Jadi Program Kerja Kementerian Agama
  • Trump Abaikan Keberatan Netanyahu soal Rencana Penjualan F-35 ke Turki
  • KUII VIII Hasilkan 12 Rekomendasi Strategis untuk Umat, Bangsa, dan Negara
  • Hamid Fahmy Zarkasyi: Krisis Peradaban Berawal dari Hilangnya Adab dalam Pendidikan
  • Prof Masykuri Abdillah: Rekomendasi KUII VIII Harus Dikawal hingga Menjadi Kebijakan Publik
  • Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi: Sekolah Tahfidz Harus Melahirkan Manusia Beradab
  • Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur
  • Keluarga Adalah Sekolah Pertama Pembentuk Peradaban
  • Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?