Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Kenalilah Asalmu, Wahai Manusia! (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 November 2015 16:24 4:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 November 2015 16:11
Bagikan
tanah
Bagikan

ASAL manusia dari tanah, yang diinjak-injaknya dan dalam pandangannya tidak punya nilai apa-apa. Sementara awal penciptaannya adalah dari mani yang menjijikkan.

“Binasalah manusia, alangkah sangat kekafirannya! Dari apakah Allah menciptakannya? Allah menciptakannya dari setetes mani, lalu menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya.” (‘Abasa: 17-20).

Jadi, asal kita adalah sesuatu yang hina. Tubuh kita ternyata tidak terbentuk dari bahan tambang berharga. Unsur-unsurnya sama sekali tidak berbeda dengan unsur-unsur tanah. Itulah asalmu, wahai manusia!

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?” (ath-Thaariq: 5)

Karena itu, wahai manusia, ketika Anda mengangkat tinggi-tinggi batang hidungmu, ingatlah asalmu! Dan ingatlah pula apa yang kamu bawa dalam perutmu.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Dikisahkan bahwa Mutharrif bin Abdullah bin Asy-Syikhkhir suatu kali melihat al-Muhallab bin Abi Shufrah memakai pakaian baru dan bagus, dan berjalan dengan gaya angkuh. Mutharrif lalu menegur, “Hai Abu Abdillah (panggilan al-Muhallab), mengapa kamu berjalan dengan gaya yang dimurkai oleh Allah dan Rasul-Nya?”

“Kau tidak mengenal siapa aku?!” balas al-Muhallab pongah.

“Justru aku sangat mengenalmu,” jawab Mutharrif, “Awalmu adalah mani yang busuk. Akhirmu adalah nanah yang menjijikkan. Dan sejak awal sampai akhirmu, perutmu hanya berisi air seni dan kotoran.”

Bagaimana mungkin satu makhluk dengan keadaannya yang demikian bisa mengagumi dirinya sendiri? Oleh karena itu, dengan kita senantiasa mengingat asal kita, kita akan terhindar dari sifat ujub dan angkuh.

Anas ra meriwayatkan, “Suatu kali Abu Bakar r.a. berkhotbah di depan kami menyebutkan tentang awal kejadian manusia sampai semua kami merasa jijik. Waktu itu, ia mengatakan, ‘Dua kali manusia keluar dari saluran air seni!’”

Karena itu para sahabat gemar sujud di atas tanah dan melepoti muka mereka dengannya, agar mereka tidak pernah lupa akan asal-usul mereka dan untuk menghindari diri mereka dari kesombongan.

Al-Hasan mengatakan, “Siapa saja yang mewarnai sandalnya dengan warna abu (abu-abu), mencompang-campingkan pakaiannya, dan melepoti mukanya dengan tanah karena Allah, maka ia telah bebas dari kesombongan.”*/Dr. Majdi Al-Hilali, terangkum dalam bukunya Adakah Berhala pada Diri Kita? [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asal manusiatanah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Kristen di Melbourne Dituduh Sebarkan Ajaran di Pusat Penitipan Anak
Tulisan selanjutnya tanah Kenalilah Asalmu, Wahai Manusia! (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?