Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Mewaspadai Fitnah, Musibah, dan Rintangan (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Februari 2016 14:24 2:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Februari 2016 14:13
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

DI ANTARA faktor yang mengharuskan kita melakukan amal akhirat dengan segera dan sebanyak mungkin adalah, adanya fitnah, musibah, dan rintangan di dunia yang tidak seorang pun bisa lepas darinya. Tiga faktor tersebut misalnya seperti sakit, fisik maupun psikis, kesulitan ekonomi, masalah sosial, godaan wanita, harta, dan lain sebagainya.

Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam mengungkapkan begitu banyak fitnah dan musibah yang dihadapi manusia. Ibnu Mas`ud ra meriwayatkan, “Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam menggambar persegi empat, lalu menarik garis di tengahnya mengarah ke luar. Kemudian Nabi menarik beberapa garis pendek di dua tepi garis tengah itu. Lantas Rasulullah bersabda, ‘Ini manusia. Ini ajal yang meliputinya. Garis yang di luar adalah harapan. Garis garis pendek ini rintangan. Jika dia lepas dari ini, maka ini memutusnya. Jika dia lepas yang ini, maka ini memutusnya. (HR Bukhari, Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah).

Maksudnya, angan-angan manusia lebih panjang dan lebih besar dari umur manusia, sedangkan kematian meliputinya. Garis-garis pendek adalah rintangan yang dihadapi manusia. Jika dia selamat dan berhasil dari yang satu, dia tidak selamat dari yang lain. Jika dia bisa selamat dari semuanya, dia tidak selamat dari ajal (kematian).”

Untuk memahami hadist ini, ulama telah membuat gambar seperti berikut ini;

perjalanan-hidup-manusia

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Garis persegi empat adalah kematian. Garis lurus dalam persegi panjang adalah manusia. Garis lurus di luar persegi panjang adalah harapan. Sedang garis-garis pendek adalah rintangan dan musibah.

Dalam hadist lain, Rasulullah bersabda, “Ini ilustrasi manusia. Di hadapan manusia itu ada 99 musibah. Jika dia lolos dari semua musibah, dia akan terjerembab dalam pikun hingga akhir hayat. (HR Tirmidzi).

Rasulullah menuturkan beberapa contoh fitnah dan rintangan dalam sabdanya, “Segeralah beramal sebelum datang tujuh perkara. Apakah kamu menunggu sampai datang kefakiran yang dilupakan, kekayaan yang menyilaukan, sakit yang merusak, ketuaan yang melemahkan, kematian yang disiapkan, Dajjal; makhluk gaib jahat yang pasti datang, atau Hari Kiamat, sedangkan Hari Kiamat pasti terjadi.” (HR Tirmidzi).

Dalam hadist lain disebutkan, “Segeralah beramal sebelum datang enam perkara berikut; Kekuasaan orang-orang bodoh, banyak keamanan (yang tidak adil), hukum dijualbelikan, mengalirkan darah (pembunuhan), terputusnya silaturrahim, anak-anak kecil menjadikan al-Qur’an sebagai alat musik, mereka ditampilkan untuk memperkaya diri walaupun mereka hanya sedikit faham tentang fikih.” (HR Thabrani)

Ada rintangan di mana tidak seorang pun bisa selamat darinya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Segeralah beramal, sebelum datangnya enam perkara; terbitnya matahari dari barat, Dajjal, asap tebal, binatang melata (akan muncul menjelang Hari Kiamat yang dapat berbicara dan melecehkan orang yang tidak beriman), kematian yang hanya menimpa manusia, dan Hari Kiamat. (HR Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi).

Jika seorang muslim meyakini keberadaan setiap musibah dan rintangan ini, maka wajib baginya menggunakan waktu sehat atau waktu luangnya sebelum datang musibah dan kesulitan, atau minimal sebelum hambatan menjegalnya.*/Nabil Hamid al-Ma’az, dari bukunya Anda Berhak Masuk Surga. [Tulisan berikutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:beramal salehmewaspadai fitnah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Bersilaturrahim dan Bernostalgia ke Bangkok” [2]
Tulisan selanjutnya Mewaspadai Fitnah, Musibah, dan Rintangan (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?