Hidayatullah.com– Perdana Menteri Burkina Faso Apollinaire Kyelem de Tambela melontarkan ide negaranya sebaiknya membentuk federasi dengan tetangga Mali.
Dia mengatakan perekonomian kedua negara mengandalkan kapas, hewan ternak serta tambang emas, dan pembentukan pasar bersama akan memberikan keuntungan finansial lebih, lansir BBC Kamis (2/2/2023).
Saat ini kedua negara itu sama-sama dipimpin oleh militer dan sama-sama memerangi kelompok-kelompok bersenjata Muslim. Keduanya juga belum lama ini meminta agar militer Prancis – negara bekas penjajah mereka – angkat kaki dari wilayahnya.
Mali sudah mengundang kedatangan tentara bayaran dari perusahaan keamanan asal Rusia Wagner Group, sementara Burkina Faso dikabarkan sedang mempertimbangkan ide yang sama.
Dua negara yang tidak memiliki garis pantai itu berada di kawasan Sahel dan termasuk ke dalam kelompok negara termiskin di dunia. Sejak merdeka dari Prancis di tahun 1960, Burkina Faso dan Mali belum pernah menikmati stabilitas politik dan keamanan.*