Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan

Masharati, Tradisi Kuno di Qatar, Menawarkan Pekerjaan Setiap Bulan Ramadhan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 25 April 2022 06:57 6:57 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 25 April 2022 07:00
Bagikan
Pemain 'Masharati' di lingkungan Dafna di kota Doha, Qatar. (Gambar: QNA)
Bagikan

Hidayatullah.com—Suasana malam yang tenang di lingkungan Dafna dan di dekatnya tiba-tiba berubah menjadi bising di dek tabuhan drum, inilah tradisi Masharati.  Sekelompok pria terlihat berjalan menyusuri gang-gang tempat tinggal sambil menabuh genderang dan rebana.

Mereka menyanyikan lagu-lagu tradisional yang diselingi dengan seruan untuk mengajak masyarakat bangun sahur. Kegiatan tersebut berlanjut hingga menit terakhir sebelum dikumandangkannya seruan sahud dan persiapan shalat Subuh.

Itulah Masharati, pemandangan umum saat menjelang fajar selama Ramadhan di sebagian besar negara Timur Tengah, termasuk Qatar. ‘Masharati’ tradisi kuno dan turun-temurun yang awalnya dilakukan secara sukarela.

Sekarang ada yang menjadikan praktik Masharati sebagai pekerjaan musiman sejalan dengan urbanisasi dan perubahan sosial. Atiq Al Sulaiti, peneliti sejarah dan warisan Qatar saat ditemui Qatar News Agency (QNA) mengatakan, pemain ‘Masharati’ tersebut ini telah menjadi pekerjaan di beberapa daerah di Qatar.

Menurut dia, meski masyarakat mungkin lebih suka menggunakan pengaturan jam weker, namun tradisi ribuan tahun itu tetap dilanjutkan dan dilestarikan. “Itu masih dibutuhkan. Selama Ramadhan, orang yang tidur lebih awal akan mudah terbangun. Namun bagi mereka yang tidur agak larut, pasti membutuhkan seseorang untuk membangunkannya sebelum subuh berkumandang. Di sinilah fungsi dari profesi musiman ini berperan,” kata Atiq.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman

“Mereka (pemain ‘Masharati’) tidak hanya menabuh genderang dan menyanyikan lagu atau dzikir. Bahkan, mereka akan memanggil nama tuan rumah dan mengetuk pintu,” ujarnya.

Menurut QNA, disadari atau tidak, praktik ‘Masyarati’ sebenarnya sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ ketika umat Islam saat itu mengumandangkan adzan yang dilantunkan Ibnu Umm Maktum sebagai tanda dimulainya puasa. atau berhenti makan dan minum, sedangkan adzan Bilal bin Rabah sebagai tanda berbuka puasa.

Seiring dengan penyebaran dakwah Islam dan ruang lingkup negara Islam yang semakin luas, cara penyampaian informasi juga berubah. Sejarawan mencatat ‘Masharati’ pertama kali ada di Mesir pada 238H.

Saat itu, Gubernur Mesir Utbah bin Ishaq menyadari bahwa masyarakat tidak memperhatikan amalan sunnah sahur, sekaligus tidak ada upaya untuk mengejutkan mereka agar bangun untuk sahur.  Karena itu, dia sendiri berinisiatif untuk berjalan-jalan di Kairo hingga larut malam.

Ia berjalan kaki dari kota Askar menuju masjid Amru bin Al As di Fustat sambil menyeru; “Ibadullah, tasahharu fa inna fis sahur barakah” (Wahai hamba Allah, bangunlah. Sesungguhnya di waktu subuh ada berkah).

Pada masa pemerintahan Fatimiyah, perubahan terlihat cukup ekstrim ketika para pemai Masharati tidak lagi dari kalangan sipil melainkan anggota militer. Hal itu berlangsung selama beberapa tahun sampai akhirnya pemerintah memutuskan untuk menunjuk hanya satu pemuda di suatu daerah untuk melakukan ‘Masharati’.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MasharatiRamadhan di Qatar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Menutup Wilayah Udaranya bagi Pesawat Rusia yang Terbang ke Suriah
Tulisan selanjutnya Komite Tinggi Gereja Palestina Mengecam Pelanggaran ‘Israel’ pada Sabtu Suci

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana

16 Maret 2026 05:00
BeritaInspirasi Ramadhan

Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran

15 Maret 2026 17:00
Ramadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 8 : Saat Hitungan Sebulan Ramadhan Jadi 120 Hari

15 Maret 2026 11:30
KajianRamadhan

Selain yang Iktikaf, Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Lailatul Qadar?

15 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?