Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

“Peran” Amerika Serikat sebagai Polisi Global Berhenti di Idlib

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 Februari 2020 09:58 9:58 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 Februari 2020 09:47
Bagikan
Robert O’Brien di Turki
Bagikan

Oleh: Ali Cinar

 

Hidayatullah.com | AMERIKA Serikat (AS) melihat ketegangan Idlib sebagai kesempatan untuk hubungan yang lebih baik dengan Turki, namun itu tidak akan menghapus retorika masa lalu.

Saya baru-baru ini menghadiri sebuah acara yang menampilkan Robert O’Brien, Penasihat Keamanan Nasional keempat sejak Presiden Trump menjabat.

Pesan yang O’Brien jelas: dia menyatakan bahwa Turki seharusnya tidak mengharapkan apapun dari AS terkait krisis Idlib dan bahwa AS tidak akan bertindak sebagai kekuatan polisi untuk siapapun. Dalam bahasa Inggris sederhana, dia menjelaskan bahwa Turki dan Rusia harus menemukan solusi diantara mereka sendiri dan tidak melibatkan AS.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

O’Brien mengunjungi Turki beberapa kali selama krisis Pendeta Brunson dan mengenal kawasan itu dengna baik. Banyak perwakilan resmi di Gedung Putih, termasuk O’Brien sendiri, berpikir bahwa meningkatnya ketegangan antara Turki dan Rusia terkait Libya dan Suriah adalah kesempatan untuk hubungan AS-Turki yang lebih kuat.

Sementara pemilihan waktu panggilan telepon antara Presiden Erdogan dan Presiden Trump pada akhir minggu sangat penting, hal ini membuktikan pengumuman yang dibuat oleh Presiden Erdogan sekembalinya dari Pakistan bahwa defisit kepercayaan terus terjadi.

Dengan cara yang sama, sikap apatis media Amerika terhadap Idlib tidak akan reda. Media AS juga saat ini menutup mata terhadap upaya-upaya Turki dalam pertempuran di Idlib.

Ketika kita melihat ke dalam Kongres AS, ada pesan-pesan penting dari baik para senator dan anggota Kongres untuk Assad dan Rusia tentang perkembangan terbaru di Idlib.

Senator Lindsay Graham mengatakan, “Saya puas Turki mendorong Assad dan Rusia. Trump harus menempatkan setiap pilihan terhadap mereka di meja (perundingan, red).”

Ketua Komite Urusan Luar Negeri Kongres Engel Eliot, mengatakan, “Saya mengecam serangan terhadap pos pengamatan Turki. Rezim Bashar dan Rusia telah menciptakan bencana di wilayah tersebut.”

Presiden Trump menandatangani Caesar Syria Civil Protection Act (ndang-Undang Perlindungan Sipil Caesar Suriah), UU yang memberlakukan sanksi terhadap Suriah, sebagai bagian dari Undang-undang Otoritasi Pertahanan Nasional 2020 (NDAA).

Alasan mengapa undang-undang ini disebut Caesar Act adalah karena dinamai untuk mengenang seorang fotografer tua, yang bernama sandi “Caesar”. Sanksi akan dikenakan kepada semua individu dan perusahaan yang mendanai perang itu, termasuk Bank Sentral Suriah, perusahaan minyak, perusahaan konstruksi, dan milisi, melalui UU itu. Dukungan ekonomi dari negara tetangga pada Damaskus juga akan dicegah.

Negara-negara Arab dan Eropa diperingatkan tentang kontribusi pada normalisasi politik Assad dan Damaskus dan proses rekonstruksi. Waktu akan menunjukkan apakah AS akan mempertanyakan teman-teman dekatnya seperti UEA dan hubungan UEA dengan Assad.

Namun, UU ini akan berlaku pada Juni 2020 dan perkembangan di lapangan bergerak lebih cepat dari pada itu. Penundaan ini akan menguntungkan Assad dan Rusia, tetapi tidak diketahui dampak aktual yang mungkin terjadi pada Juni.

Pada Konferensi Keamanan Munich, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dan timnya dari Turki mengambil bagian dalam program itu dan telah melakukan pertemuan dengan Senator-senator AS.

Menteri Cavusoglu menyampaikan pesan yang jelas bahwa Turki ingin para sekutunya untuk menyediakan dukungan yang jelas dan tulus, terutama pada krisis Idlib. Turki dapat memanggil semua sekutunya untuk pertemuan mendesak sesuai dengan Pasal 4 NATO: “Para pihak akan berkonsultasi bersama setiap kali, menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas wilayah, kemerdekaan politik atau keamanan salah satu pihak terancam.”

Sama seperti beralihnya fokus ke apakah bisa ada kesepakatan antara Turki dan Rusia, Turki mencari alternatif lain, dan upaya konstannya untuk diplomasi dengan semua orang menunjukkan betapa ia menghargai orang. Kita akan melihat apa yang mungkin terjadi di Idlib lebih jelas dalam beberapa hari mendatang.*

Seorang ahli kebijakan luar negeri yang berbasis di AS. Artikel dimuat di TRTWorld

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatIdlibRecep Tayyip ErdogansuriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 12 Tahun Gagal 10 Kali, Akhirnya Lulus Jadi Petugas Haji
Tulisan selanjutnya Bidang Fatwa MUI: RUU Cipta Kerja Mencederai Prinsip Keagamaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?