Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Mengapa Bahan-Bahan Ini Diciptakan? (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Maret 2016 10:52 10:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2016 10:52
Bagikan
Ini adalah salah satu jenis meriam yang digunakan jaman Sultan Mehmet II (Sultan Muhammad al Fatih) saat pengepungan Konstantinopel tahun 1453
Bagikan

Sambungan artikel sebelumnya. Ternyata penghargaan bergengsi Nobel Prize Award yang memberikan penghargaan kepada mereka yang berjasa di bidang kimia, fisika, literatur, kedokteran, bahkan perdamaian dunia ini dimulai dari seorang penemu dinamit.

Nitroglycerine adalah Obat

Bagaimana dengan peledak cair yang menjadi bahan dasar dinamit, nitroglycerine? Telah disebutkan bahwa penemunya adalah ilmuwan asal Italia, Ascanio Sobrero. Nitroglycerine ditemukan oleh Sobrero, yang saat itu menjabat sebagai professor di University of Turin secara tidak sengaja, pertama kali pada 1846. Sobrero awalnya menyebutnya sebagai ‘pyroglycerine’, dan bahkan penemu ini takut pada benda ciptaannya.

Begitu takutnya, dia merahasiakan penemuannya ini sampai setahun kemudian. Dalam surat-surat pribadinya, Sobrero menentang keras dan menyarankan agar masyarakat jangan dekat-dekat dengan benda ini. Menurutnya, nitroglycerine amatlah berbahaya dan tidak mungkin dikontrol. Dalam sebuah suratnya, Sobrero bahkan menyatakan dirinya malu telah menemukan benda ini.

Meski begitu, melihat kesuksesan temannya, Alfred Nobel, dengan dinamit yang berbahan dasar nitroglycerine, mau tak mau Sobrero merasa dirinya perlu mendapat bagian dari sukses komersialnya. Nobel terang-terangan menyebut Sobrero sebagai penemu nitroglycerine, namun Sobrero merasa apa yang diterimanya masih tidak cukup.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Penggunaan nitroglycerine sesungguhnya tidak hanya sebagai bahan peledak. Senyawa ini banyak digunakan di bidang kedokteran sebagai bagian dari pengobatan penyakit jantung, terutama angina pectoris. Nitroglycerine berfungsi untuk membesarkan pembuluh darah, sehingga membantu mengurangi tekanan darah selama operasi, serta membantu kerja jantung di saat serangan jantung. William Murrell, ilmuwan asal Inggris, yang pertama kali menyadari kegunaan klinis dari senyawa ini. Tentu nitroglycerin untuk obat adalah jenis yang berbeda dari bahan dasar peledak.

Bubuk Mesiu awalnya Ramuan Panjang Umur

Bubuk hitam ini adalah bahan peledak tertua di dunia, yang penggunannya tidak hanya ada di bahan peledak, namun juga benda berbahaya lainnya, yaitu peluru untuk senjata. Namun penemuan bubuk ini jauh dari menyeramkan. Catatan mengenai bubuk mesiu pertama kali ada pada 850 M. Seorang ahli kimia China mencoba meracik ramuan yang dapat membuat seseorang panjang umur, namun malah menemukan bubuk mesiu. Catatan tersebut menyebutkan bahwa “Seseorang memanaskan potasium nitrat, sulfur, dan karbon dari arang dengan madu. Hasilnya adalah asap dan api, akhirnya tangan dan wajah mereka terbakar. Bahkan seluruh rumah ikut terbakar.”

Butuh waktu sekitar 70 tahun sampai akhirnya bubuk mesiu digunakan oleh militer. Tentara Dinasti Song menggunakan bubuk tersebut untuk melontarkan roket mereka: sebuah tabung bambu berisi kerikil yang diberi bubuk mesiu di dasarnya.  Cara kerja ini adalah dasar dari seluruh meriam dan senjata modern. Namun sesungguhnya, mereka tidak tahu komposisi yang pas untuk membuat bubuk mesiu. Meski begitu, mereka mencoba merahasiakan bubuk ajaib mereka ini. Rahasia mereka bocor pada abad ke-12, saat Tentara Usmani dan Roma menyadari kegunaan bubuk mesiu.

Pada abad ke-13, seorang ilmuwan asal Suriah, Hassan Al-Rammah yang pertama kali menjabarkan tentang pemurnian potassium nitrat dan berbagai komposisi bubuk mesiu. Al-Rammah juga menjelaskan mengenai mekanisme torpedo, yang disebutnya sebagai “Panah China.” Bukunya menjadi dasar militer China untuk menciptakan komposisi mesiu yang pas agar dapat menciptakan ledakan. Ilmuwan serta Pendeta Katolik asal Jerman Albert Magnus, serta ilmuwan Inggris Roger Bacon, juga mendapatkan informasi mengenai bubuk mesiu dari buku karya Al-Rammah tersebut.*/Tika Af’idah, dari berbagai sumber

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alfred NobeldetonatordinamitmerkurinitroglycerineNobel Prize Awardpeledak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Potensi Akal dalam Memilih di Antara Dua Jalan
Tulisan selanjutnya Takut Boikot, Banyak Perusahaan Lari dari Permukiman Yahudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?