Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Home Stay: ‘Deradikalisasi dan Indoktrinasi’ ala Komunis China pada Keluarga Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juni 2018 16:59 4:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juni 2018 16:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak berwenang memberlakukan “Home Stay” reguler pada para keluarga Muslim Uighur di Daerah Otonomi Xinjiang Uighur (XUAR) barat laut China sebagai bagian dari “serangan keras” yang semakin invensif, menurut organisasi HAM Human Rights Watch (HRW), yang mendesak pemerintah China untuk mengakhiri tindakan itu.

Sejak awal 2018, keluarga-keluarga Muslim – terutama etnis Muslim Uighur (Uyhgur)- telah diharuskan mengundang aparat pemerintah ke rumah mereka dan memberikan informasi mengenai kehidupan dan pandangan politik mereka kepada petugas tersebut, HRW mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Ahad, menambahkan para keluarga itu juga menjadi sasaran indoktrinasi politik.

“Pemerintah China harus segera mengakhiri program kunjungan ini, yang melanggar hak privasi dan kehidupan keluarga serta hak budaya etnis minoritas yang dilindungi di bawah hukum hak asasi manusia internasional,” pernyataan itu dikutip Radio Free Asia (RFA),  Kamis, (14/05/2018).

Maya Wang, penelitis senior China di HRW, mengatakan bahwa kebijakan baru tersebut telah membuat para keluarga Muslim di XUAR “secara harfiah makan dan tidur di bawah pengawasan negara.”

“Langkah terbaru ini sebagian kecil dari usaha pengendalian yang meluas – dan sesat – atas kehidupan sehari-hari di Xinjiang,” tambah Wang.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

HRW mencatat dalam bulan Desember 2017, dikatakannya, pihak berwenang telah memperluas kampanye Oktober 2016 yang disebut “Menjadi Keluarga” dengan memobilisasi lebih dari satu juta kader untuk menghabiskan seminggu penuh di rumah-rumah itu, terutama yang berada di wilayah pedesaan – program ini menyaksikan lebih dari 100.000 kunjungan petugas pemerintah hampir seluruh rumah Uighur di Wilayah Otonomi Xinjiang-Uyghur (XUAR) selatan setiap dua bulan.

Baca: Netizen Marah Dugaan Pernikahan Paksa Muslimah Uighur dengan Pria China

Program “Home Stay” diperpanjang pada awal tahun 2018 dan para kader saat ini menetap setidaknya lima hari setiap dua bulan di rumah-rumah keluarga Muslim ini, kata HRW, menambahkan bahwa “tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa para keluarga itu dapat menolak kunjungan semacam ini.”

Selama kunjungan itu, para kader “mengumpulkan dan memperbarui informasi mengenai keluarga,” termasuk apakah mereka memiliki hukous lokal – household registrtion (semacam Kartu Keluarga) – atau  pendatang dari wilayah lain, pandangan politik mereka dan agama mereka. Para kader melaporkan “masalah” apapun dan dapat bertindak untuk “memperbaiki” situasinya.

Mereka juga melakukan indoktrinasi politik, termasuk mempromosikan “Pemikiran Xin Jinping”, dan memperingatkan orang-orang terhadap bahaya “Pan Islamisme,” yang dianggap sebuah ancaman terhadap kekuasaan komunis Beijing.

Para kader mengajari keluarga Bahasa Mandarin China, memaksa mereka menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu lain yang memuji Partai Komunis yang berkuasa di China, dan memastikan keluarga ikut serta dalam upacara pengebaran bendera setiap minggunya.

Para kader menghabiskan setidaknya lima hari setiap dua bulan di rumah-rumah keluarga tersebut. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa keluarga dapat menolak kunjungan seperti itu, kata HRW.

Baca: Otoritas China Berusaha Halangi Muslim Uighur Puasa Ramadhan

Sebagian dari waktu mereka bersama para keluarga tersebut, para kader melakukan indoktrinasi politik dan menjelaskan kebijakan Partai Komunis Tiongkok terhadap Xinjiang. Sementara itu, keluarga berkewajiban memberi tahu para kader tersebut tentang kehidupan dan pandangan politik mereka.

Aktivitas tersebut didokumentasikan dalam laporan-laporan yang ditemani dengan foto – banyak dari foto dapat ditemukan di akun media sosial perusahaan partisipan – dan menunjukkan adegan para kader terlibat dalam aspek kehidupan yang paling pribadi, termasuk membuat tempat tidur dan tidur bersama, berbagi makan, dan memberi makan dan mengajar anak-anak. Tidak ada indikasi para keluarga menyetujui penggunaan foto-foto mereka secara online.

Mereka beralasan,  tindakan-tindakan tersebut diberlakukan untuk “menjaga stabilitas sosial”  “memerangi terorisme” atau ‘deradikalisasi”.

“Praktik asimilasi paksa China yang sangat invasif terhadap Muslim tidak hanya melanggar hak-hak dasar, namun juga cenderung memupuk dan memperdalam kebencian di wilayah itu,” kata Wang.

“Pihak berwenang Xinjiang harus segera mengakhiri kampanye ‘Strike Hard’ (Gebuk Keras) dan semua yang berhubungan dengan pelanggaran itu.”

Pada Juni tahun lalu, beberapa sumber mengatakan pada Kantor Berita Uighur RFA bahwa pihak berwenang di Wilayah Otonomi Xinjiang-Uyghur (XUAR) telah menggandakan upaya untuk mencegah Muslim Uighur berpuasa dan beribadah selama bulan suci Ramadhan dengan menempatkan petugas China di rumah mereka, namun penemuan terbaru dari HRW menunjukkan kebijakan “Home Stay” telah semakin menyebar sejak awal tahun.* >>> (BERSAMBUNG)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:chinaDaerah Otonomi Xinjiang UighurderadikalisasidiskriminasiHome StayIndoktrinasiIslam di ChinakekerasankomunisMuslimpenindasanuighurxinjiangXUAR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua DPR Tetap Konsisten Menolak Pelegalan LGBT dalam RKUHP
Tulisan selanjutnya Kembar Siam Tanzania Maria dan Consolata Meninggal di Usia 21 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?