Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Psikolog: Perilaku Crosshijabers Layak Disebut Transvestisme

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Oktober 2019 12:49 12:49 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Oktober 2019 12:49
Bagikan
Mohammad Iqbal PhD
Bagikan

Hidayatullah.com– Psikolog Muhammad Iqbal PhD menjelaskan bahwa perilaku crosshijaber yang sedang viral di media sosial belakangan ini bisa dipicu oleh hubungan tidak baik antara seorang anak dengan orangtuanya, terkhusus ibu.

“Hubungan buruk dengan ibu bisa menjadi salah satu faktor yang mendasari munculnya perilaku ini,” ujar Iqbal kepada hidayatullah.com saat diwawancara, Selasa (15/10/2019).

Dekan Psikologi Universitas Mercubuana dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) ini menjelaskan, perilaku crosshijaber layak disebut juga transvestisme.

“Perilaku crosshijabers layak disebut juga transvestisme. Yaitu bentuk lain dari perilaku fetis di mana pria merasa nyaman dan senang menggunakan busana wanita, namun tidak memiliki keinginan menjadi transeksual,” ujarnya.

Menurutnya, perilaku crosshijaber biasanya muncul di masa kecil (10 – 12 tahun) atau late childhood yang diasosiasikan dengan hasrat seksual yang intens.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Alasan menggunakan pakaian wanita dapat berupa usaha untuk menekan kecemasan, atau bereksperimen dengan other gender personality (kepribadian gender lain),” imbuhnya.

Iqbal mengatakan, kurangnya pemahaman peran gender dari ketidakhadiran orangtua di masa remaja anak juga membuat anak remaja kebingungan dan mencoba coba mengeksplorasi semua kepribadian gender yang memungkinkan bagi mereka.

“Salah satunya dengan berpakaian wanita untuk menemukan kenyamanan dan identitas,” pungkasnya.

Baca: Crosshijaber adalah Kejahatan dan Masuk “Tindakan Makar”

Sebelumnya, munculnya fenomena lelaki yang hobi mengenakan hijab/cadar dan bergabung di komunitas atau kegiatan muslimah termasuk salah fenomena penyimpangan orientasi seksual, demikan disampaikan ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel.

“Dari sisi orientasi seksual, ini menyimpang,“ ujarnya kepada hidayatullah.com hari Senin (14/10/2019).

Fenomena tren ini merupakan bagian dari sebuah spectrum, yang semula tertutup kini menjadi lebih terbuka (coming out). Dari sebatas perasaan ke perbuatan, dulu terbatas kini lebih meluas, dan semakin susah untuk dilakukan orientasi kembali, tambahnya.

Pernyataan ini muncul di saat masyarakat tengah cemas maraknya berita di medsos terkait munculnya kelompok crosshijaber, sekelompok pria yang hobi menggunakan hijab/cadar,  menyusup masuk dalam kegiatan aktivitas muslimah.

“Ya ini modus untuk mengacaukan tatanan. Bukan ‘sebatas’ mengekspresikan diri, tapi sudah sengaja mengganggu pihak lain,“ tambah dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK.

Ia juga mengatakan, fenomena ini sudah pernah menjadi keresahan masyarakat dan dibahas di Komisi VIII pada tanggal 17 Februari 2016 lalu, khususnya terkait maraknya LGBT.

“Saya teringat pernyataan yang keluar dari rapat Pemerintah dan Komisi VIII DPR pada 17 Februari 2016 bahwa LGBT masalah sosial yang mengancam kehidupan beragama, ketahanan keluarga, kepribadian bangsa, serta ancaman potensial terhadap sistem hukum perkawinan di Indonesia,” ujarnya.

Terkait dengan isu kegiatan mereka yang masuk ke ruang private lawan jenis, ia mengatakan hal ini jelas sangat mengganggu dan bisa masuk delik pidana.

“Pidana sesuai pasal 167 ayat (1) KUHP,” ujarnya. Apalagi kalau menggunakan KUHP baru belum disahkan. Pelaku bisa dikenakan pasal tentang ‘tindak pidana keagamaan’.

Dengan posisi sedemikian rupa yang diangkat oleh Pemerintah di hadapan wakil rakyat itu, ia menafsirkan kaum tersebut juga radikal dan makar.

“Ancaman bagi kehidupan bangsa yang relijius sama dengan ancaman terhadap Pancasila,” ujar alumnus The University of Melbourne ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cadarcrosshijaberhijabkelaiananlgbtMohammad IqbalMuslimahorientasi seksualtransvestisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil Presiden China akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma’ruf
Tulisan selanjutnya Kabut Asap, TNI dan Santri Palembang Shalat Minta Hujan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?