Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jenderal Amerika Pengemar Porno Mengaku Lakukan Serangan Seksual

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Maret 2014 07:58 7:58 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Maret 2014 10:45
Bagikan
Brigjen Jeffrey Sinclair.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang jenderal angkatan darat Amerika Serikat terdakwa pelaku serangan seksual telah mengaku bersalah.

Brigjen Jeffrey Sinclair didakwa memaksa salah seorang rekan wanitanya yang berpangkat kapten untuk melakukan hubungan seks dan mengancam akan membunuh keluarga wanita itu jika dia dilaporkan.

Hari Kamis (6/3/2014) Sinclair mengaku bersalah melakukan hubungan seks di luar nikah dan beberapa dakwaan lainnya.

Dengan pengakuan bersalah itu, pengacara Sinclair berharap jaksa penuntut akan membatasi jumlah bukti yang akan dibeberkan dalam persidangan dalam dakwaan-dakwaan lain terhadap kliennya.

Sinclair, mantan deputi komandan pasukan elit 82nd Airborne Division, diyakini sebagai perwira tinggi paling senior dalam militer Amerika Serikat yang pernah menghadapi dakwaan serangan seksual.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Persidangan kasus Sinclair digelar di Fort Bragg, North Carolina, di saat Departemen Pertahanan AS mendapatkan hujan kritik soal kasus serangan seksual yang sudah menjadi seperti epidemi di lingkungan militer disamping kasus-kasus pelanggaran lain.

Hari Kamis Sinclair mengaku bersalah memiliki hubungan tidak patut dengan 2 wanita anggota militer, melanggar periaturan terkait kepemilikan materi pornografi di Afghanistan dan berperilaku tidak selayaknya sebagai seorang perwira militer.

Dilansir BBC, dalam wawancaranya dengan Associated Press, pengacara Richard Scheff mengatakan kliennya bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya, tetapi pada saat yang sama memperkuat posisi hukumnya.

“Pemerintah sekarang punya masalah besar,” kata Scheff, yang menegaskan bahwa dakwaan terhadap kliennya lemah dan bahkan apa yang dilakukan kliennya bukan merupakan tindakan kriminal di kalangan warga sipil.

Lima dakwaan lain yang dikenakan atas Sinclair termasuk serangan seksual, mengancam keluarga sang kapten, menggunakan pangkat tingginya untuk memaksa rekannya yang berpangkat lebih rendah untuk melanjutkan hubungan asmara terlarang.

Jenderal itu bisa dikenai hukuman penjara seumur hidup jika dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan-dakwaan paling berat.

Salah satu taktik pembelaan yang dipakai oleh jenderal itu dan tim pengacaranya adalah dengan menyodorkan bukti bahwa korban yang berpangkat kapten telah berbohong di bawah sumpah pada saat sidang pra-peradilan. Wanita itu dituding membuat gugatan setelah sang jenderal menolak meninggalkan istrinya demi melanjutkan hubungan asmara di antara mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dilarang ke Gaza, Aktivis Minta Mesir Kembalikan Ongkos Tiket
Tulisan selanjutnya Puluhan Ribu Umat Islam Antusias Kunjungi “Pameran Pedang Nabi” di IBF

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah

Berita
3 Juli 2026 20:51
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris

Terbaru

  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
  • TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?