Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Perjuangan Dakwah di Pedalaman Donggala

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Februari 2020 17:11 5:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Februari 2020 17:11
Bagikan
Ustadz Ambo Asrul Shahib berdakwah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Bagikan

AWAL Mei tahun 1995 silam, Ambo Asrul Shahib bersama sang istri, Nur Ninah Lampe Parallu dan putra pertamanya yang masih berumur 2 tahun menginjakan kaki di Dusun Petunggu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Saat itu dusun tersebut masih hutan belantara dan belum ada listrik.

Pria yang biasa disapa Ustadz Asrul ini berangkat dari Kabupaten Sinjai bersama beberapa orang lainnya.

Sesampainya di sana, dengan bahan material seadanya, Ustadz Asrul mendirikan tenda berlantaikan kayu bekas potongan gergaji mesin untuk ditinggali bersama anak dan istrinya. Di tenda sederhana itu Ustadz Asrul menetap selama enam bulan.

Dalam kurun waktu beberapa bulan, di antara rombongan mulai ada yang putus asa. Mereka menyatakan menyesal ditempatkan di pedalaman itu dan akhirnya memutuskan kembali pulang. Tetapi tidak bagi Ustadz Asrul, dirinya tetap memilih bertahan di tempat itu.

Merintis dakwah di daerah baru memang bukan pekerjaan mudah, namun Ustadz Asrul tetap bersabar dan selalu berdoa serta menguatkan niat dengan tulus dan ikhlas.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Memasuki tahun 1997, Ustadz Asrul mulai mendirikan pendidikan SDK (Sekolah Dasar Kecil). Pendirian SDK, yang kini telah berganti nama menjadi SDN 25 Petunggu tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat sekitar dan disetujui pemerintah setempat.

Di awal tahun 1999, Ustadz Asrul mulai merintis majelis taklim di Desa Martajaya. Awal merintis majelis taklim tersebut hanya diikuti 10 orang.  Perlahan tapi pasti, kurang dari satu tahun, yang ikut dalam majelis taklim bertambah mencapai 30 orang, di antaranya ada beberapa mualaf. Majelis taklim juga berjalan di Dusun Petunggu dan di Perumahan Pabrik PT Pasangkayu dan di Desa Ngovi, Kabupaten Donggala.

Baca: Kisah Dai Pengajar Mualaf di Aceh Tenggara

Strategi Dakwah

Di awal menjalani dakwah memang tidak mudah, Ustadz Asrul menyambangi dari rumah ke rumah setiap penduduk desa. “Cara ini sekalian bisa saya lakukan untuk bersilaturahmi,” katanya.

Materi yang diajarkan di antaranya, fiqih, ahklak, tata cara shalat jenazah, membaca Iqro dan tafsir Al-Qur’an.

Selain itu, medan yang sulit dalam berdakwah ini sudah menjadi terbiasa bagi dirinya dan sang istri. Tetapi itu bukan menjadi persoalan bagi pria yang kini dikaruniai 6 orang anak.

“Pernah jalan bersama istri melewati semak-semak, jalan berlumpur, sungai, gunung, semua dilalui dengan senang hati,” imbuhnya.

Selain menjadi seorang dai tanpa gaji,  Ustadz Nasrul juga bercocok tanam untuk menafkahi keluarganya.

Saat mulai berdakwah, Ustadz Asrul sudah memahami bahwa mencari ridha Allah memang butuh waktu, tenaga, pikiran, dan pengorbanan.

Pada tahun 2016, Ustadz Asrul bergabung dengan Hidayatullah Palu. Awalnya beliau menitip putra keduanya, oleh sebab itulah Ustadz Asrul mengenal lebih dekat Hidayatullah.

Banyak hikmah dan pengalaman serta ilmu yang didapatkan. Terutama saat diajak oleh Ketua Yayasan untuk menghadiri Silatnas (Silaturahmi Nasional) Hidayatullah tahun 2018.

Baca: Ketika Pengantin Baru Ditugaskan Merintis Pesantren

Di acara Silatnas tersebut, Ustadz Asrul melihat secara langsung seluruh dai Hidayatullah se-Indonesia yang mengikuti berbagai macam kegiatan, seperti jamaah Qur’ani dan berhalaqoh yang biasa dilaksanakan setelah shalat berjamaah.

Dengan ilmu dan pengalaman itu, Ustadz Asrul juga menerapkan ke majelis taklim yang dibinanya, yakni dengan pembelajaran tahsin.

Ustadz Asrul berharap, perjalanan dakwah yang telah dilalui ini merupakan bagian dari perjuangan dalam meninggikan kalimat Allah.* Kiriman Muin/Pos Dai

Artikel ini bekerjasama dengan program Dompet Dakwah Pedalaman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daiDai Hidayatullahdai pedalamanDonggalaHidayatullahmualafSulteng
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pabrik Masker Antivirus di Jepang Kebut Produksi Penuhi Permintaan
Tulisan selanjutnya DPR RI: Indonesia Menolak “Kesepakatan Abad Ini” AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?