Hidayatullah.com—Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez mengatakan penyebaran Covid-19 di Brazil mengancam keberhasilan negaranya dalam menanggulangi wabah tersebut.
Benitez mengatakan dari 563 kasus infeksi coronavirus yang ada di Paraguay lebih dari setengah merupakan orang-orang yang memasuki wilayah negaranya dari Brazil.
Paraguay selama dua bulan terakhir memberlakukan lockdown ketat, dan sebagian besar orang yang diketahui mengidap penyakit itu dikarantina di tempat-tempat yang dijaga.
Brazil merupakan negara Amerika Selatan yang paling banyak kasus infeksinya per hari Jumat (8/5/2020) mencapai 145.328 dengan kematian hampir 9.900.
Kedua negara memiliki perbatasan darat sepanjang 400 kilometer yang biasanya tidak dijaga ketat. Namun, Presiden Benitez mengatakan kepada para jurnalis bahwa “bagian-bagian yang paling rentan” dari perbatasan itu telah “diperkuat dan dimiliterisasi”.
“Brazil saat ini mungkin tempat dengan penyebaran coronavirus tercepat di dunia, dan ini merupakan ancaman yang besar bagi negara kami,” imbuhnya seperti dikutip BBC Sabtu.
Benitez bukan satu-satunya pemimpin negara di Amerika Selatan yang menyuarakan kekhawatirannya akan wabah Covid-19 di Brazil.
Presiden Argentina Alberto Fernandez mengatakan perdagangan negaranya dengan Brazil sangat berisiko mengingat truk-truk pengangkut barang banyak menuju selatan melalui negaranya dari Sao Paulo, salah satu daerah di Brazil yang paling parah terdampak wabah.
Di utara, Presiden Venezuela Nicolas Maduro berulang kali mengecam sikap Presiden Jair Bolsonaro dalam menghadapi wabah coronavirus di Brazil yang disebutnya tidak bertanggung jawab.
Sebagaimana diketahui Presiden Bolsonaro berulang kali mengatakan bahwa bahaya Covid-19 sejak awal terlalu dibesar-besarkan terutama oleh media. Sikap Bolsonaro yang menganggap remeh penyakit baru itu bahkan menimbulkan bentrokan dengan para gubernur di Brazil yang bersikeras ingin memberlakukan lockdown, penutupan dan pembatasan aktivitas yang sangat ditentang Bolsonaro karena dianggap merugikan perekonomian negara.*