Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Sohibul Hikayat, Kesenian Betawi Asal Timur Tengah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 November 2021 13:39 1:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2021 13:30
Bagikan
Bagikan

“Sohibul Hikayat” merupakan kesenian Betawi dalam bentuk sastra lisan yang bersumber dari Timur Tengah yang berarti “Yang Empunya Cerita”

Oleh: Abdullah Abubakar Batarfie

Hidayatullah.com | Betawi dikenal sangat relegius dan taat dalam menjalankan syariat ajaran agama Islam, yang dipengaruhi oleh corak dan ragam budaya sejak setelah bermukimnya banyak etnis yang mendiami kota itu, terutama bangsa Arab yang kedatangannya (hijrah) selain untuk berniaga, juga menyebarkan dakwah Islam hingga kemudian membentuk pola dan sendi-sendi pada semua unsur budaya serta peradaban terhadap masyarakatnya.

Salah satu kebudayaan Betawi yang mendapatkan pengaruh kuat dan bersumber dari bangsa Arab itu antaranya adalah kesenian “Sohibul Hikayat”, yang meski sudah diambang kepunahan, tapi masih dapat kita jumpai hingga pada hari ini yang terus diupayakan pelestariannya oleh para pegiat kesenian dan kebudayaan Betawi di Jakarta, meski dengan istilah yang berbeda.

“Sohibul Hikayat” merupakan kesenian Betawi dalam bentuk sastra lisan yang bersumber dari Timur Tengah. “Sohibul Hikayat” itu sendiri berasal dari akar kata bahasa Arab, terdiri dari dua kata yaitu “sohibul” dan “hikayat” yang bermakna kurang lebih sohibul itu artinya adalah “empunya” dan hikayat ialah cerita. Sohibul Hikayat berarti “Yang Empunya Cerita”. Salah satu maestro seniman “Sohibul Hikayat yang kesohor di Betawi bernama Zaid yang akrab disapa dengan panggilan Bang Ja’id (“d” dilafalkan “t”). Oleh masyarakat Betawi ia pun populer disebut sebagai “Tukang Cerite”.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Karena popularitasnya sebagai tukang cerita, dalam kalangan masyarakat Betawi sampai memunculkan istilah kata “ngeja’it” untuk menyebut profesi budaya tersebut kepada Bang Ja’it yang punya makna tukang cerita. Istilah dengan memberi imbuhan “nge” pada pelaku tukang cerita ini tampaknya sudah berlangsung berabad-abad lamanya sebagai istilah yang disematkan kepada para seniman “Sohibul Hikayat” di Betawi, karena generasi sebelum Zaid yang bernama Djafar yang juga berprofesi sama pun memunculkan kata “ngejafar”.

Dalam pementasan “Sohibul Hikayat” di atas panggung atau duduk besile di bale-bale beralasakan gatipeh, sementara para penontong duduk melingkar atau berhadap-hadapan langsung menghadap “Tukang Cerite”. Isi cerita biasanya akan dibuka dengan hal yang menyangkut keindahan akhlak dengan kemasan dakwah, setelah itu “Sohibul Hikayat” ceritanya terus mengalir yang akan membuat penonton tertawa terhibur karena lucunya alur cerita hingga selesai dengan salam penutup oleh “Tukang Cerite”.

Di era Bang Ja’it, bisa jadi sama pada generasi sebelumnya, setiap alur cerita biasanya menggunakan kata “alkisah” dan “syahdan”, tentu saja dengan intonasi dan gaya pengucapan Melayu Betawi, terutama kaum “betawi tengah”, karena kesenian ini populer berkembang pada masyarakat Betawi tengah yang tinggal di perkampungan dalam pusat kota, terutama di Tanah Abang dan Pekojan. Sumber cerita yang dibawakan oleh “Sohibul Hikayat” di antaranya diangkat dari kisah cerita “Seribu Satu Malam”, “Nurul Laila”, “Alfu Lail wal laila”, dan kisah-kisah epik lainnya yang berasal dari Persia.

Diantara penggalan alur cerita “Sohibul Hikayat” yang sering dibawakan oleh para tukang cerita seniman Betawi pada masa lalu itu antaranya adalah;

“Sahdan, kata sohibul hikayat, seorang raja di negeri Sarkistania memiliki putri bernama Harsani. Kecantikannya kesohor ke seantero negeri. Harsani memiliki hidung mancung serundang. Lehernya panjang semarang dan putih, bila minum airnya terbayang. Rambut mayang terurai. Pipi bak pauh dilayang. Tidak heran banyak anak raja tergila-gila dan mencoba melamarnya. Sayangnya, lamaran itu selalu ditolak oleh raja dan permaisurinya.”

Penerus Zaid sebagai “Tukang Cerita” dalam pementasan “Sohibul Hikayat” adalah anaknya sendiri yaitu Ahmad Zaid, yang bernama lengkap Hadji Ahmad Sofyan Zaid. Ia yang popularitasnya boleh dikata mencuat pada era modern sesudah kemerdekaan yang namanya juga sama beken dengan babenya (ayahnya) Zaid. Dengan dukungan tekhnologi mutakhir di masanya, aksi manggung Ahmad Zaid atau akrab disapa dengan panggilan Sofyan Jait yang secara kebetulan pula memiliki mimik wajah yang kocak, bersyukur kisah “Sohibul Hikayat” yang dibawakan oleh A.Sofyan MZ (Zait) dapat terdokumentasikan dalam bentuk pita kaset recorder.

Kemahiran Sofyan Zaid sebagai Sohibul Hikayat menjadi salah satu hiburan panggung dalam pesta hajatan warga Betawi sangat menghibur. Gaya dan kepiawaiannya bercerita mampu membawa para penonton dan pendengarnya terasa hidup dalam alam yang sedang dikisahkan. Seolah sedang berada dalam negeri seribu satu malam.

Tidak hanya terekam dalam bentuk pita kaset  recorder, suaranya juga pernah diperdengarkan yang disiarkan secara langsung mengudara melalui radio swasta di Jakarta, seperti Radio Parikesit, El-Gangga dan Cendrawasih. Kenangan siaran suaranya dalam radio yang tak akan pernah dilupakan oleh warga Jakarta pada masanya, adalah saat bulan suci Ramadhan menjelang waktu sahur, antara tahun 70-an hingga menjelang awal 80-an.

“Sohibul Hikayat” alis “Tukang Cerite” A.Sofyan MZ (Zait) putera Zaid asal Tanah Abang dan alumnus Madrasah Jamiatul Khair ini, alur cerita yang dibawakannya antaranya adalah judul-judul cerita seperti “Hayatun Nufus”, “Nurul Laila”, “Ma’ruf Tukang Sol Sepatu”, “Gambus 12”, “Ahmad Pengurus (marbot) Masjid, atau kisah-kisah lainnya. Tidak hanya dalam dalam bentuk tuturan lisan, kemampuannya dalam mengekspresikan gaya dan rupa jin, bicaranya jin, dan kecantikan paras puteri raja, menjadi daya tarik bagi para penonton “Sohibul Hikayat” yang dipentaskan oleh A.Sofyan MZ (Zait).

Hadji Ahmad Sofyan Zaid atau A.Sofyan MZ (Jait) merupakan putera Betawi kelahiran Tanah Abang, 3 Desember 1942 dan anak ke-4 dari 16 bersaudara. Bakat kesenimananya sebagai “Tukang Cerite” murni didapat dan terbentuk berkat babenya (ayahnya) Zaid. Kemanapun Bang Ja’it manggung ke seantero Betawi, Sofyan ngintil ngikut diajak babenya.

Dari situlah tumbuh hasratnya untuk menjadi penerus jejak babenya dan tampil sebagai “Sohibul Hikayat”. Bahkan namanya masyur, tak kalah kesohor dengan sang Maestro Bang Zaid untuk pentas diundang “Ngeja’it”.

Di masanya, Hadji Ahmad Sofyan Zaid atau A.Sofyan MZ (Jait) yang menikah dengan Siti Zubaedah dan dikaruniai 6 puteri ini, boleh dibilang sebagai satu-satunya seorang seniman “Sohibul Hikayat” yang hanya dimiliki Betawi. Pantaslah kiranya jika pemerintah DKI memberikan aprsesiasi kepada ahli warisnya, paling tidak untuk mengabadikan namanya atau nama ayahnya sebagai nama jalan di Jakarta, sebagaimana pula layak untuk mengabadikan sejumlah nama ulama dan tokoh yang berjasa lainnya untuk nusa dan bangsa yang bermuasal atau pernah menetap memasyhurkan nama Betawi, seperti Syaikh Ahmad Surkati pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Sayyid Ali bin Abubakar Shahab pendiri Jamiatul Khair, dan nama-nama lainnya yang pantas dan layak untuk diabadikan.*

Ketua Pusat Dokumentasi & Kajian Al-Irsyad Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:betawiceritaislamsohibul hikayatTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya CEO McDonald’s Didesak Mundur, Buntut Komentar Kematian 2 Anak Korban Kekerasan Senpi
Tulisan selanjutnya film Marvel Eternals Tampilkan Pasangan Gay, Film Marvel ‘Eternals’ Dilarang Tayang di Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?