Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

G7 dan Warisan Kelam Kolonialisme di Negeri-Negeri Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Juni 2025 17:02 5:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Juni 2025 17:00
Bagikan
Patroli senjata mesin Inggris di Jerusalem (Baitul Maqdis), awal abad ke-20. Kredit...George Rinhart/Corbis via Getty Images
Bagikan

G7, yang kini menjadi klub negara kaya, memiliki warisan kelam kolonialisme di dunia Islam melalui pembantaian, rekayasa perbatasan, dan eksploitasi yang memicu konflik berkepanjangan hingga hari ini

Hidayatullah.com | SEBELUM menjadi klub negara-negara kaya atau disebut kelompok G7 menyimpan catatan kelam sebagai pelaku kolonialisme di dunia Islam. Dari pembantaian massal hingga rekayasa perbatasan yang memicu konflik berkepanjangan, jejak mereka masih terasa hingga hari ini.

Di bawah ini catatan buruk mereka di negeri-negeri Muslim.

Inggris: Raja Penjajah yang Membelah Dunia Islam

“Kami adalah bangsa unggul yang ditakdirkan memerintah bangsa inferior,” tulis Lord Curzon, Viceroy Inggris untuk India (1899–1905), dalam memoarnya.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
Teks Surat Deklara Balfour, dokumen pendek (67 kata) tetapi berdampak besar, menjadi dasar legal klaim Zionis atas Palestina

Kebijakan “Divide et Impera” (Pecah Belah) Inggris memicu banyak tragedi berdarah:

  • Pembagian India 1947: 1 juta orang tewas, termasuk 500.000 Muslim, dalam kerusuhan agama (sumber: Freedom at Midnight, Dominique Lapierre).
  • Penjajahan Palestina: Melalui “Deklarasi Balfour 1917” menjadi pemicu penjajahan Zionis ‘Israel’ sampai hari ini. “Ini adalah dosa kolonial terbesar Inggris,” kata Rashid Khalidi, sejarawan Columbia University (The Hundred Years’ War on Palestine, 2020).

Italia: Genosida yang Terlupakan

“Orang Libya lebih baik mati daripada hidup di bawah kita,” tulis Mussolini dalam suratnya (1931).

  • Kamp Konsentrasi Libya (1929–1934): 50.000 orang tewas kelaparan (The Guardian, 2008).
  • Penggunaan Gas Mustard: 20.000 warga sipil Ethiopia dan Libya menjadi korban (Italian Colonialism, Ruth Ben-Ghiat).

Amerika Serikat: Kolonialisme Berwajah Demokratisasi

Meski tak menjajah langsung, AS mewarisi kekacauan di negeri-negeri Muslim:

Perang Iraq (2003): 1 juta nyawa melayang (Lancet Study, 2006).

Dukungan untuk Diktator: AS mendikte 70% kudeta di Timur Tengah 1945–2000 (The Jakarta Method, Vincent Bevins).

Menurut Prof. Noam Chomsky (MIT): “G7 adalah aktor utama penghancuran tatanan dunia Muslim modern.”

Sementara Dr. Leila Farsi (Oxford): “Mereka menciptakan perbatasan palsu yang jadi bom waktu.” (Colonial Borders, Ethnic Conflict, 2019).

Data dari Institut Kajian Kolonial London (2023) menyebut:

82% konflik di Timur Tengah berakar dari kebijakan kolonial G7. Hal ini menyebabkan kerugian ekonomi dunia Islam mencapai $7 triliun sejak 1800.

Prancis: Pembantai di Bawah Bendera Liberté

Di Aljazair, Prancis menerapkan kebijakan “Pemusnahan melalui Kelaparan” (1840–1870). “Mereka membakar desa dan meracuni sumur,” ungkap sejarawan Alistair Horne (A Savage War of Peace, 1977).

Penggambaran Pertempuran Konstantinus di Aljazair pada tahun 1836. Prancis kalah dalam pertempuran ini, tetapi akhirnya menguasai Aljazair.

Pembantaian Sétif 1945: 45.000 Muslim dibunuh dalam satu hari (Le Monde, 8 Mei 2005).

Suriah-Lebanon: Garis batas buatan Prancis (1920) memicu perang saudara berkepanjangan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatdunia IslameksploitasiG7HeadlineinggrisItaliakolonialismeNegara KayapembantaianPilihan RedaksiPrancisrekayasa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konflik Israel-Iran-AS, Bahrain Berlakukan Sistem Belajar Jarak Jauh
Tulisan selanjutnya Tahun Ini Sri Lanka Sudah Menyita Tiga Ton Lebih Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

Lentera Hidup
30 Juni 2026 10:26
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?