Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Alhamdulillah, Keluarga Kami yang Meninggal 7 Orang”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 September 2006 03:18
Bagikan
Bagikan

 oleh Dzikrullah W. Pramudya & Santi Soekanto*
  Hidayatullah.com–Ketika kami tiba di Qana, Libanon Tengah, dan mencari tempat terjadinya pembantaian warga sipil oleh jet-jet tempur Israel, sebuah sambutan hangat tersembur dari mulut seorang perempuan berpakaian serba hitam. Senyumnya ramah, tapi suaranya menggelegar. “Anda mencari siapa? Tempat pembantaian. Oh iya, di sebelah sana. Lihat saja sendiri kerjaan monyet-monyet Israel itu!” Rupanya amarahnya masih menyala-nyala, meskipun perang sudah lewat hampir sebulan.

Kami bersiap-siap menemukan lautan kesedihan, namun yang kami jumpai malah samudera ketegaran. Pertemuan dengan keluarga Syalhub luar biasa dan tanpa diduga-duga. Salah seorang dari kami minta kepada Ahmad Hasyim, pria yang menemani kami, untuk ditunjukkan kamar kecil. Dengan ramah, gadis-gadis keluarga Syalhub yang berpakaian hitam mempersilakan kamar mandi rumahnya digunakan. Setelah itu kami duduk-duduk di teras rumah mereka, di bawah naungan pohon anggur yang teduh. Buahnya rimbun, tapi sudah banyak yang menghitam. “Selama perang tak ada yang sempat memanen anggur,” kata Zainab.

Tentu saja mereka tak sempat memanen anggur di teras rumahnya. Tujuh orang anggota keluarga Syalhub wafat pada malam serangan Israel itu. Ayahnya, ibunya, kakak tertuanya, adik laki-lakinya yang masih remaja, dan adik bungsunya yang laki-laki, ditambah 2 orang cucu yang manis-manis tewas tertimpa rumah yang meledak. Tinggallah kini 4 orang perempuan keluarga Syalhub yang cantik-cantik duduk di hadapan kami, 3 diantaranya belum menikah. Wajah mereka serius, tapi kesedihan sudah tak ada bekasnya. “Alhamdulillah kami bersyukur Allah memanggil mereka dengan cara yang sangat mulia,” kata Zainab dalam bahasa Arab.

Menurut Zainab, kalau Hasan Nashrallah, pemimpin utama Hizbullah, telah bersyukur kepada Allah karena pernah kehilangan seorang anaknya dalam pertempuran dengan Israel, maka ia dan saudara-saudaranya lebih bersyukur lagi karena telah kehilangan 7 orang sekaligus dari keluarganya. “Ini tandanya Allah sangat sayang kepada kami,” kata Zainab.

Ia mengaku beberapa hari setelah pembantaian itu sempat menangis bersama adik-adiknya, tetapi tidak sampai meraung-raung apalagi menyesali kematian mereka. Ia lalu mengutip surah Al-Baqarah ayat 154: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Lengkapnya?

Silakan baca edisi cetak Majalah Hidayatullah edisi Oktober 2006

* suami isteri wartawan ini ke Libanon dan Suriah bersama misi kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Unjuk Rasa Tuntut Tibo segera Dieksekusi
Tulisan selanjutnya Dr. Gina Puspita : Anak Saya Senang Punya Banyak ibu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?