Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anak Nakal, Negara Ikut Bingung!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juni 2009 19:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kasus kehamilan remaja belia berumur 12 tahun di New South Wales, Australia, merembet ke mana-mana dan menjadi polemik. Mengapa di Negara maju orang tua justru tak perdaya? Polisi mengatakan, mereka tidak punya kuasa. Sementara Departemen Layanan Masyarakat mengaku bahwa pihaknya seharusnya bisa berperan lebih.

Pakar kesejahteraan anak mengatakan bahwa DoCS (Department of Community Services) juga harus memberikan dukungan kepada keluarga yang punya masalah dengan anaknya.

Anggota parlemen setempat yang telah mengangkat masalah tersebut ke permukaan berpendapat bahwa keluarga yang memiliki “anak nakal”, memerlukan lebih banyak dukungan, termasuk berupa perubahan undang-undang jika dianggap perlu.

Cerita mengenai gadis 12 tahun yang dihamili pacarnya yang berusia 15 tahun, telah menjadi berita utama di media dan memunculkan kepanikan moral. Lebih dari itu kasus tersebut menyoroti apa yang terjadi pada keluarga yang tidak memiliki pilihan.

Dawn Fardell, anggota parlemen dari New South Wales yang berasal dari Dubbo, menceritakan tentang ayah gadis itu yang datang kepadanya dalam keadaan resah. Ia mendatangi dirinya setelah sebelumnya ia bicara dengan polisi setempat. Ia mengatakan bahwa para remaja itu ada yang membuat kerusuhan dan kabur dari rumah. Ia juga menceritakan keadaan anak gadisnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Fardell, putri bapak itu seharusnya dikeluarkan dari lingkungan tempat tinggalnya. Ia perlu dipisahkan dari ibunya dan ditempatkan di suatu tempat oleh DoCS agar ia bisa mendapatkan pengawasan yang lebih ketat. Orang tua gadis itu juga dapat meminta DoCS agar turun tangan.

Sementara itu Linda Burney, Menteri Layanan Masyarakat di New South Wales mengakui bahwa departemennya seharusnya bisa berbuat lebih banyak.

“Setahu saya, ketika ayah gadis itu melapor ke Layanan Masyarakat awal Maret lalu, gadis itu diinterview oleh polisi, petugas kesehatan, dan petugas Layanan Masyarakat.  Gadis itu tidak ingin ayahnya dituntut. Dan setahu saya ia juga tidak mau mengungkap nama  pacar yang menghamilinya.  Berkenaan dengan perubahan Undang-Undang Perlindungan Anak di New South Wales yang sedang berlangsung, kasus ini menegaskan alasan mengapa perlu adanya reformasi Undang-Undang itu,” papar Burney.

Menurut Fardell, keluarga yang anaknya bermasalah atau sulit diatur, kurang mendapat dukungan dan peraturan perundangan, sehingga perlu diubah.

Ia mengatakan, perlu adanya peraturan menyangkut remaja yang kehilangan arah. Anak-anak itu tidak suka dikekang, sementara orang tua mereka juga sebenarnya orang tua yang baik.

Fardell menceritakan bahwa beberapa bulan terakhir ada 10 orang tua yang datang kepadanya meminta bantuan agar dilakukan perubahan undang-undang.

Para orang tua itu kesulitan jika mereka menjalin hubungan dengan orang lain [yang mereka belum resmi menikah], kemudian pasangannya itu menyuruh anaknya cepat pulang atau meletakkan tangannya di bahu anak mereka, maka anak-anak itu akan menggunakan AVO (Apprehended Violation Order–semacam UU KDRT) untuk melawan mereka.

Andrew Mccullum, kepala Association of  Chidren’s Welfare Agencies berpendapat lain. Menurutnya, anak-anak yang bermasalah tidak perlu dipisahkan dari keluarganya. Yang diperlukan sebenarnya adalah memastikan bahwa keluarga itu mendapat dukungan dari pemerintah atau lembaga nonpemerintah dalam mengasuh anak mereka. Dukungan itu misalnya, berupa bantuan konsultasi bagaimana menangani anak bermasalah dan bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik.

Dan menurut seorang pakar masalah kehamilan remaja, profesor Julie Quinlivan dari Universitas Notre Dame,  “Berdasarkan semua bukti yang ada, lebih baik intervensi dilakukan melalui jalur kesehatan dan bukan layanan sosial. Sebab ketika Anda mengetuk pintu dan berkata ‘Saya petugas dari  Layanan Sosial’, maka orang akan ketakutan. Tetapi jika Anda berkata, ‘Hai saya perawat dari dinas kesehatan ingin membantu Anda’, maka hal itu akan membuat orang lebih nyaman dan percaya kepada Anda.” [di/abc/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jumlah Penderita Flu Babi Singapura Capai 103
Tulisan selanjutnya Belum Saatnya Melarang Haji karena Flu Babi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ragam

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Ragam
4 September 2026 17:26
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?