Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Dokumen Bocor, Kepala Perunding PLO Mundur

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 13 Februari 2011 14:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kepala Perunding PLO telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Palestina dan pimpinan PLO, demikian pejabat di Ramallah mengumumkan Sabtu (12/2).

Menurut Sekjen PLO Yasser Abed Rabbo, Saeb Erekat mengundurkan diri terkait tanggungjawabnya atas sejumlah kebocoran informasi.

Erekat yang terlibat langsung dalam perundingan sejak 1991, mengatakan kepada AFP bahwa dia bertanggungjawab atas “pencurian dokumen-dokumen” yang telah “sengaja” dirusak.

Pengumuman itu dikemukakan satu pekan setelah Erekat berkata kepada Maan bahwa dirinya akan mengundurkan diri, jika penyelidik mendapati dokumen setebal 1.600 halaman berisi peta, memo, dan catatan-catatan pertemuan yang didapat televisi Aljazeera berasal dari kantornya.

Presdien Mahmoud Abbas atau pejabat PLO belum berkomentar langsung terkait pengunduran diri Erekat. Namun seseorang dari kantor Erekat mengatakan bahwa Abbas telah menerimanya.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

“Pengunduran diri itu tidak lagi menunggu persetujuan… Abbas telah menerimanya secara personal,” kata orang yang tidak menyebutkan nama itu, karena tidak berwenang untuk bicara kepada pers.

Ditambahkannya, Erekat secara pribadi merasa bertanggungjawab atas kebocoran tersebut.

Akhir Januari lalu Aljazeera mempublikasikan “Palestinian Papers”, sehingga membuat pemerintah Palestina di Ramallah, terutama Mahmoud Abbas, berang. Berdasarkan file yang ada, disinyalir Presiden Mahmoud Abbas mengetahui rencana serangan Israel ke Jalur Gaza pada akhir tahun 2008 hingga Januari 2009.

Informasi dalam Palestinian Papers antara lain memperkuat isi bocoran dokumen diplomatik Amerika Serikat oleh WikiLeaks sebelumnya. Sebuah kawat diplomatik bertanggal Juni 2009 berisi percakapan antara Bob Casey (senator AS) dan Gary Ackerman (anggota DPR AS) dan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyebutkan, bahwa Barak menjelaskan, dirinya telah berkonsultasi dengan Mesir dan Fatah (partainya Abbas) sebelum perang Gaza, guna menanyakan apakah mereka mau mengambil alih kendali atas Gaza setelah Israel mengalahkan Hamas.

Atas kebocoran informasi itu, Erekat menuding Aljazeera ingin mengacaukan perundingan damai dan memancing pemberontakan.

Di Jalur Gaza, para pejabat Hamas menyambut baik pengunduran diri Saeb Erekat.

Jurubicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan, keputusan Erekat untuk mundur “menunjukkan bahwa dokumen yang bocor tersebut adalah otentik.” Barhoum mendesak agar PLO menangguhkan perundingan dengan Israel.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaisraelold migratepalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Inggris Bisa Kawin Jam Berapa Saja
Tulisan selanjutnya Lapangan Tahrir Saksi Pernikahan Dua Sejoli

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?