Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahasiswa Dikeluarkan dari Pesawat di AS Karena Berbicara Bahasa Arab

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 18 April 2016 20:27 8:27 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 18 April 2016 20:27
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang mahasiswa dikeluarkan dari pesawat maskapai Southwest Airlines setelah penumpang lain merasa terancam ketika dia berbicara bahasa Arab sebelum lepas landas.

Khairuldeen Makhzoomi, 26, merupakan mahasiswa Universitas California, Berkeley, yang masuk Amerika Serikat sebagai pengungsi dari Irak pada 2010.

Southwet Airlines mengeluarkannya dari pesawat ketika akan terbang dari Los Angeles ke Oakland pada 6 April lalu.

Sebelum terbang, dia menelepon pamannya di Baghdad untuk menceritakan soal acara yang ia hadiri pada malam sebelumnya, bersama Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon.

“Saya sangat senang hadir di acara tersebut, jadi saya menelepon paman saya untuk menceritakan hal itu,” kata Makhzoomi kepada New York Times, yang dilansir CNN. Di akhir pembicaraan, dia dan pamannya mengucapkan perpisahan, “Insya Allah.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang penumpang di sebelah Makhzoom mendengarkan pembicaraan antara ia dan pamannya, dan mereka khawatir dengan “komentar yang berpotensi ancaman,” menurut pernyataan dari Southwest Airline.

Ketika penumpang itu memandang Makhzoom, ia meninggalkan tempat duduknya menuju ke bagian depan pesawat.

“Dia terus menatap saya dan saya tidak tahu apa yang salah,” kata Makhzoom, dikutip dari the Independent. “Kemudian saya sadar apa yang terjadi dan saya hanya berpikir ‘saya harap dia tidak melaporkan saya.’”

Penumpang wanita itu mengatakan kepada staf maskapai bahwa ia mendengar Makhzoom mengatakan, “Syahid.”

Makhzoomi kemudian didekati oleh seorang karyawan Southwest Airlines yang berbahasa Arab yang bertanya mengapa dia menggunakan bahasa itu di dalam pesawat. Ia lalu dikawal menuju ke petugas keamanan di terminal.

Makhzoomi mengatakan, karyawan tersebut berbicara kepadanya seolah ia “binatang.”

“Saya berkata kepadanya, ‘Ini adalah apa yang dinamakan Islamofobia di negara ini.’”

Tiga agen FBI dipanggil oleh pihak keamanan bandara untuk menanyai Makhzoomi secara pribadi. Mereka mengatakan bahwa karyawan berbahasa Arab itu tersinggung atas komentar Makhzoom soal bias anti-Muslim.

FBI menanyakan tentang keluarga Makhzoomi, terutama ayahnya, Khalid Makhzoom, seorang mantan diplomat Irak yang dipenjara di Abu Ghraib oleh Saddam Hussein dan kemudian dibunuh.

Insiden terbaru ini meningkatkan kekhawatiran dari Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) terkait perlakuan terhadap Muslim dan orang-orang berbahasa Arab.

Pekan lalu, seorang wanita Muslim juga dikeluarkan dari penerbangan ke Chicago setelah pramugari merasa khawatir dengan hijabnya.

“Kami prihatin Muslim menghadapi lebih dan lebih banyak pengawasan dan pelecehan tak berdasar ketika mereka mencoba bepergian,” ujar Zahra Billoo, Direktur Eksekutif CAIR San Fransisco dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan sudah ada enam laporan terkait Muslim yang dikeluarkan dari penerbangan tanpa alasan yang jelas.

“Kami menyesal pengalaman yang kurang positif dirasakan pelanggan dalam pesawat kami,” kata Southwest Airlines dalam sebuah pernyataan. “Southwest tidak membenarkan atau mentolerir diskriminasi apa pun.”

FBI mengonfirmasi mereka tidak menemukan ancaman dari Makhzoomi.

Makzoomi hanya menginginkan permintaan maaf dari Southwest Airlines atas perlakuan yang diterimanya. Pengalaman ini hanya menambah kenangan buruk, kata dia.

“Martabat manusia adalah hal yang paling berharga di dunia, bukan uang,” kata Makhzoomi. “Jika mereka meminta maaf, mungkin itu akan mengajarkan mereka untuk memperlakukan orang dengan setara.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CAIRMahasiswa Muslimsouthwest airlines
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Front Pancasila Minta Simposium Nasional Tragedi 1965 Dibubarkan
Tulisan selanjutnya Yordania Panggil Duta Besarnya Dari Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?