Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Perkenalkan Saudara Kita, Mualaf di Pojok Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Mei 2021 18:49 6:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Mei 2021 18:13
Bagikan
Salah satu keluarga mualaf di Kabupaten Halmahera (ISTIMEWA)
Bagikan

Oleh:  Abdullah

Hidayatullah.com  |  DALAM  kurun 10 tahun ini, banyak ditemukan lembaga atau institusi yang membantu para mualaf (seseorang yang baru saja memeluk Islam). Bahkan keberadaan mereka saat ini, sangat mudah ditemukan di platform media sosial.

Kemudahan ini, sedikit banyak membantu para mualaf untuk belajar atau menghadapi masalah baru ketika pilihan masuk Islam itu telah ditetapkan. Tapi tahukah Anda?  di tempat terpencil, banyak saudara-saudara muallaf banyak mengalami kesulitan, bahkan ujungnya harus kembali ke agama lama.

Bu Rifda, bukan nama sebenarnya, salah satu mualaf di Kasiruta Barat Halmahera Selatan menceritakan ada banyak pemeluk Islam baru di daerah itu terpaksa harus kembali murtad.

“Torang  samua satu desa  baikrar tahun 2000, sekarang so tarada. Sekarang sisa 26 keluarga yang masih Islam di sini , yang lain so balik,”  katanya dalam bahasa Ternanet.  (Kami semua satu desa bersyahadat  tahun 2000, sekarang hanya 26 keluarga saja yang masih beragama Islam, sisanya sudah  balik (murtad)).

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Menurut Rifda,  di desa yang ia tempati, sebuah desa di Halmahera Selatan ada 140 keluarga.   Kondisi memprihatinkan ini menurut Rifda disebabkan banyak faktor, namun faktor utamanya menurutnya, tidak ada perhatian dari umat Islam lainnya.

Baca:  Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf

Kondisi yang ditemui Rifda juga terjadi di tempat lain. Seorang mualaf, sebut saja namanya Acil menceritakan kondisi di wilayahnya.

“Torang baikrar so 15 taon, torang tara tau baca Fatihah deng sholat, kong tarada yang kasih ajar,”  (Kami bersyahadat 15 tahun yang lalu, tapi saya belum bisa membaca Fatihah dan shalat, tidak ada yang mengajari) kata Acil.  “Anak-anak so putus sekolah ,tarada biaya, kong bagaimana lagi untuk makang sulit, kadang ada beras kadang tarada,”  (Anak-anak saya putus sekolah, karena tidak ada biaya, bagaimana lagi untuk makan saja  sulit, kadang ada beras kadang tidak ada), lanjutnya.

Acil bercerita, sehari-hari ia mencari daun paku, cabe liar dan daun ijuk untuk bahan sapu di hutan. “Kami belum punya  rumah atau tanah. Kami menumpang di kebun milik orang, “ lanjutnya saat ditemui di gubug yang terbuat dari kayu bekas.

Gubuknya, sebuah bangunan berukuran 3x 4 meter. Gubug reot ini berada di tengah kebun dan ditinggali bersama suami dan kedua anaknya. Kondisi Bu Acil-bukan sebelas dua belas dengan beberapa keluarga mualaf di wilayah itu, hanya berjarak selemparan batu dari pusat Kabupaten Halmahera Selatan.

Salah satu pembinaan anak-anak mualaf di Kabupaten Halmahera (ISTIMEWA)

Sebagian besar kondisi mereka sangat miskin dan tertinggal. “Kami satu desa bersyahadat tahun 2000. Saat itu ada 68 keluarga yang Islam, namun saat ini  hanya tersisa 10 keluarga, yang lain so balik  (murtad),” katanya.

Acil menuturkan, di tempatnya, sudah lama tidak ada guru agama alias ustad yang datang  untuk mengajar. Sementara di mushola tidak ada lampu (listrik).

“Jadi saat shalat Magrib dan Isya kami bawa lampu ces dari rumah,” katanya.

Acil melanjutkan, bahwa sudah lama sekali tidak ada shalat Jumat di tempatnya. Menurutnya, satu-satunya tempat pemeluk Islam bisa shalat Jumat di Albina,  berjarak 1 jam berjalan kaki melewati sungai sedalam pusar dan dihuni banyak buaya.

Baca: Mualaf Pegunungan Tengah Wamena Butuh Bantuan Panduan Belajar Islam

Berbuat sesuatu

Apa yang saya tulis di atas adalah secuil kisah para mualaf di pojok Indonesia timur. Apakah kondisi mualaf di desa-desa terpencil ini hanya terjadi di kabupaten ini saja?

Saya rasa kondisi di atas hanyalah puncak dari gunung es cerminan kondisi mualaf di daerah terpencil lain di Indonesia.

Apa sikap kita terhadap saudara mualaf ini? Padahal jika kita membaca dari buku buku sirah tergambar begitu besar perhatian Rosulullah ﷺ terhadap mualaf ini.

Misalnya pasca Perang Hunain, Rosulullah ﷺ membagikan ghanimah dengan mempriotaskan kepada mualaf dari Makkah dibandingkan Sahabat Nabi, meski kondisi Sahabat Nabi kala itu juga kekurangan secara ekonomi.

Meski saat ini ada lebih dari 50 ribu mualaf di Indonesia (menurut Mualaf Centre Indonesia tahun 2020), tetapi jumlah itu tentu hanyalah puncak gunung es. Terdapat banyak mualaf yang tidak dicatat apalagi yang sempat diperhatikan, terutama di sudut-sudut Indonesia Timur.

Menurut saya, terdapat perbedaan tantangan mualaf di kota-kota besar versus mualaf di desa-desa terpencil dari sisi ekonomi, pendidikan maupun kondisi geografisnya.  Bayangkan pada cerita di atas, sudah tidak ada dai yang datang lagi sejak tahun 2003. Artinya sudah hampir 17 tahun mereka diabaikan.

Kisah –kisah ini juga banyak terjadi pada lebih dari 100 keluarga mualaf yang dibina oleh penulis.  Karenanya, penulis mengajak umat Islam berbuat, agar bila kelak saat kita dibangkitkan di Padang Mahsyar dan  ditanya tentang apa yang sudah kita lakukan untuk saudara mualaf kita di sudut-sudut Indonesia ini, kita mampu menjawabnya.

Mari kita renungkan dan kemudian kita berbuat sesuatu.*

Penulis terlibat dalam program pembinaan mualaf di desa-desa terpencil di Halmahera Selatan  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daiHalmahera UtaraIndonesia timurmualafterpencil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan Bahagia Jufi Salurkan 125 Paket Pangan Lebaran dan 200 Paket Takjil
Tulisan selanjutnya Menag: Penyaluran Zakat Jangan Timbulkan Kerumunan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?